Wednesday, July 11, 2018

Auditor Iman

gambar: ilustrasi hakim; sang pengadil di dunia.
Saya membaca sebuah fan page di facebook dan menemukan kata auditor iman, dua kata yang cukup menggelitik saya. Kata auditor iman adalah sebuah satir dan bernada sindiran yang intinya ingin menyindir seorang politikus yang selalu menyinggung kadar keimanan seseorang. Politikus ini, sebut saja namanya Zongky, beliau selalu mengkritik seseorang dan mengatakan kadar keimanannya dapat ditakar karena mendukung salah seorang capres (calon presiden) tertentu, kebetulan capresnya adalah presiden yang sekarang ini menjabat yakni Bapak Joko Wododo sendiri.
Menarik menelaah kata auditor iman, sejatinya auditor itu sendiri adalah sebuah kata yang menggambarkan jenis pekerjaan tertentu terutama dalam bidang keuangan. Biasanya auditor melakukan verifikasi terhadap catatan keuangan atau alur transaksi keuangan apakah ada pelanggaran atau tidak. Namun auditor sendiri maknanya cukup luas, bisa melakukan pengecekan atau investigasi terhadap sebuah proses bisnis di sebuah perusahaan apakah sesuai dengan standar operasi prosedur atau tidak. Saya sendiri pernah bekerja dalam bidang auditor di sebuah perusahaan pembiayaan kredit motor terbesar di Indonesia selama tiga bulan dalam rangka magang, walaupun hanya tiga bulan, namun banyak sekali pelajaran yang saya dapat, banyak temuan-temuan hasil investigasi saya yang menemukan banyak sekali kecurangan atau pelanggaran prosedur perusahaan, dari mulai konsumen fiktif sampai hal-hal kecil seperti pelanggaran mal administrasi atau sistem pembukuan yang melanggar prosedur perusahaan.

Kembali ke topik semula, yakni auditor iman. Tentu saja di dunia profesi tidak ada pekerjaan auditor iman, mana mungkin seseorang bekerja untuk melakukan penilaian terhadap kadar keimanan seseorang. Hanya Tuhan lah yang dapat menilai keimanan seseorang, dan bukan manusia, kalau manusia yang menilai itu namanya menghakimi.
Namun, kata auditor iman saya pikir sangat relevan saat ini jika kita melihat situasi yang ada. Banyak sekali diantara kita yang sibuk menilai keimanan seseorang, menyinggung atau menuduh kita tidak memiliki iman yang baik. Banyak sekali kita temukan orang atau kelompok tertentu yang menuduh kelompok lain kadar imannya tidak baik atau buruk. Mungkin inilah yang cocok disebut sebagai "auditor iman".

Manusia tidak pantas menjadi auditor iman, karena auditor iman adalah Tuhan itu sendiri. Kita berjuang menjalankan perintah Tuhan, namun Tuhan lah yang menilai usaha kita dalam menjalankan perintah Tuhan.

Semoga kita tidak menjadi auditor iman terhadap sesama, melainkan saling menguatkan dan mengingatkan jika ada yang tidak sesuai dan bukan menuduh atau menghakimi.
Salam.

Monday, July 9, 2018

Renang dan Rasa Takut

gambar: ilustrasi kolam renang
Renang adalah olahraga favorit saya dan selalu rutin saya lakukan selama 3 tahun terakhir, paling tidak seminggu sekali pasti saya olahraga renang untuk kebugaran dan refreshing pikiran. Awalnya saya tidak bisa renang sama sekali, namun karena keinginan dan tekad yang kuat, saya belajar secara perlahan. Belajar renang bukan perkara mudah, apalagi jika tidak ada yang membimbing pasti prosesnya sangat lambat dibanding dengan belajar bersama guru renang. Belajar teknik renang saya lakukan melalui media Youtube, lalu saya praktek kan di kolam renang. Gaya bebas adalah gaya yang pertama yang saya pelajari, lalu kemudian gaya dada, semuanya memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Sampai saat ini pun saya masih terus belajar bagaimana cara renang yang baik, karena belajar tidak ada batas waktu.

Tulisan ini bukan ingin menjelaskan teknik-teknik gaya renang, namun saya mendapat pelajaran lain selain renang itu sendiri. Suatu hari ketika saya berolahraga renang, saya mengalami keram kaki dan segera saya menghentikan aktifitas renang saya dan beristirahat sejenak. Seorang pelatih renang mendekati saya dan bertanya, apakah saya baik-baik saja? lalu saya menjawab, saya baik-baik saja dan hanya perlu beristirahat sejenak. Lalu beliau mengajari saya bagaimana jika mengalami keram otot dan cara mengatasinya. Setelah itu dia sedikit memberi saran kepada saya, bahwa dalam renang, yang paling penting adalah kita bernafas dengan baik, dan tidak panik. Kecepatan tidak perlu dipikirkan, seiring berjalannya waktu kecepatan renang kita akan bertambah bila dilakukan secara konsisten. Hari itu saya mendapat pelajaran berharga, dan untuk berikutnya saya bisa mengaplikasikannya ketika olahraga renang.

Pelajaran berikutnya saya dapatkan ketika saya akan memulai aktifitas renang, saya mulai berenang dari kolam yang dangkal terus menuju kolam yang dalam. Ketika menyusuri kolam yang dangkal, semua berjalan biasa, namun ketika menuju kolam renang yang dalamnya sekitar 3 meter lebih saya mulai takut dan panik. Mendadak saya tidak percaya diri, dan gerakan saya pun menjadi kacau. Akhirnya saya memutuskan untuk menepi, dan menenangkan diri sejenak.
Akhirnya saya belajar bahwa segala sesuatu harus kita lakukan dengan yakin, percaya diri dan yang terpenting adalah tetap tenang baik di kolam yang dangkal, maupun yang dalam.
Pelajaran ini juga dapat saya aplikasikan dalam hidup sehari- hari, yakni tetap tenang dalam kondisi apapun, dan yang terpenting percaya kepada Tuhan sang empunya bumi dan langit. Jika kita tenang dan memiliki iman, niscaya semua perjalanan hidup bisa kita lalui dengan baik.
Itulah pelajaran yang saya dapat ketika olahraga renang, justru pelajaran yang berharga untuk menjalani hidup ini. Saya juga terus belajar bagaimana mengaplikasikan hal tersebut, tidak mudah memang dan butuh keteguhan hati.
Salam Olahraga renang.



Saturday, July 7, 2018

Dunia Hari Ini Berputar Sangat Cepat

Mengapa saya mengatakan dunia ini berputar sangat cepat, waktu seperti sangat singkat kita rasakan saat ini. Saya merasa bahwa kemajuan teknologi yang begitu pesat, perkembangan Internet yang super cepat, teknologi telekomunikasi yang berkembang begitu pesat seperti 4G, dan sekarang menuju 5G membuat kita tidak memiliki lagi batas ruang dan waktu. Media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, dan juga Line, benar-benar membentuk cara kita berkomunikasi dan berperilaku. Dimana saja, kapan saja, seterpencil apapun tempat anda tinggal, sepanjang ada jaringan internet, anda bisa berkomunikasi dengan siapapun detik itu juga. 


Privasi tidak lagi menjadi hal yang perlu kita pertimbangkan ketika kita ingin berkomunikasi dengan siapapun, ketika kita mengirim pesan, maka detik itu juga akan diterima oleh orang yang kita tuju kapan saja baik pagi, siang, sore, tengan malam sekalipun. Bahkan fitur-fitur di media sosial memungkinkan kita untuk mengetahui apakah pesan kita sudah terbaca atau belum. Luar biasa bukan? jika kita tidak segera membalas, maka akan ada perasaan kita diabaikan dan kemungkinan akan mengganggu hubungan kita selanjutnya. Inilah yang saya katakan betapa privasi benar-benar tidak berbatas lagi di jaman serba cepat ini.

Jika kita flash back di jaman 20 tahun lalu, saya masih ingat bagaimana saya harus mengirim surat lewat pos jika kita ingin menyapa atau berhubungan dengan saudara atau teman kita. Jika saya menerima surat dari nenek, maka tiap kata begitu berarti yang ditulis dalam tulisan di surat tersebut. Mengapa? karena jaman dahulu, jika kita mengirim surat, maka akan memakan waktu berminggu-minggu bahkan lebih tergantung lokasi kita mudah dijangkau atau tidak oleh petugas pos. Sehingga jika surat tersebut sampai di tangan kita, maka betapa gembira hati kita ketika menerima surat tersebut.

Saya benar-benar merindukan masa itu, dimana waktu berputar lambat, namun begitu berharga dan berarti tiap menitnya. Teknologi benar-benar merubah segalanya, merubah kita berperilaku dan berkomunikasi. Jangan sampai teknologi yang mengatur hidup kita atau bahkan membentuk perilaku kita, kita lah yang harus mengatur teknologi. Kita yang menentukan kapan teknologi itu harus kita gunakan, dan kapan kita harus istirahat dengan semua teknologi tersebut. 
Manusia yang empunya teknologi, bukan teknologi yang menguasai kita.
Salam

Friday, July 6, 2018

Piala Dunia dan Pilkada

Raina Premiera Gumay, anak Indonesia yang menjadi player escort/pendamping sepakbola di Piala dunia Rusia 2018
Piala Dunia dan Pilkada, dua kata berbeda, namun memiliki makna yang sama yakni berkompetisi untuk menjadi pemenang. Pilkada (Pemilihan kepala daerah) adalah ajang pertarungan orang-orang yang ingin menjadi pemimpin di suatu daerah, sedangkan piala dunia adalah kumpulan tim sepak bola terbaik dari berbagai negara yang ingin menjadi juara piala dunia. Pilkada dan Piala dunia sama-sama menuntut kejujuran atau fair play dari setiap kontestan, dalam piala dunia sudah ada wasit yang akan mengadili pemain bila ada yang tidak sesuai dalam aturan sepak bola, dan bila terjadi pelanggaran, wasit langsung menindak pemain pada saat itu juga dan kita pun dapat melihat dan menilai apakah wasit jujur atau tidak. Dalam Pilkada, pelanggaran oleh peserta pemilu akan ditindak oleh wasit yang namanya Bawaslu (badan pengawas pemilu).

Pilkada yang bersih akan menciptakan seorang pemimpin yang jujur dan terlegitimasi di dalam masyarakaat, dan tentu pada akhirnya rakyat akan memiliki pemimpin yang berkualitas, dan bebas korupsi. Betapa pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas, karena nasib rakyat banyak akan ditentukan oleh pemimpin tersebut. Sama dengan pilkada, piala dunia yang bersih dan fair play, akan membuat pertandingan enak di tonton dan menghibur. Bayangkan jika salah satu tim, bahkan tim favorit kita melakukan tindakan yang tidak fair dilapangan hijau, pertandingan pun akan tercoreng dan tidak menghibur dan tontonan pun akan menjadi tidak menarik.

Saya pribadi memandang antara piala dunia dan pilkada sama tapi tak serupa, persamaannya sudah diuraikan diatas. Perbedaannya adalah piala dunia menyajikan pertandingan yang menghibur kita, terutama karena saya pencinta sepak bola. Namun dalam pilkada, banyak hal-hal yang membuat dahi berkerut, entah itu karena persaingan yang tidak sehat atau pun perilaku dari para calon pemimpin tersebut yang mengumbar kebencian, fitnah dan seringkali dilakukan terang-terangan oleh para pendukung calon pemimpin tersebut.

Di Televis nasional, terutama TV berita, hampir semua berita di dominasi oleh berita pilkada atau politik, dan membuat kita jemu bahkan membuat contoh yang tidak baik bagi masyarakat yang menonton jika ada tindakan yang tidak fair yang dilakukan oleh para pendukung maupun calon pemimpin itu sendiri.
saran saya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) perlu membatasi TV nasional dalam menayangkan berita politik, supaya masyarakat tidak terpapar oleh dampak negatif dari berita-berita politik tersebut walaupun tidak selalu demikian, namun kebanyakan berita politik dipenuhi dengan kampanye kebencian, intrik, dan persaingan yang tidak sehat.
Piala dunia,menyajikan tayangan-tayangan segar dan menarik, serta menghibur penonton dan menjadi inspirasi bagi kita agar bisa memajukan sepak bola Indonesia dan berharap suatu saat Indonesia bisa tampil di piala dunia selanjutnya.

Kesimpulan penulis, piala dunia lebih memancarkan aura positif dari pada pilkada terutama di layar kaca. Walaupun Pilkada banyak memancarkan aura negatif, namun kita tidak boleh anti atau apatis terhadap politik, karena politik mau tidak mau menentukan nasib kita kedepan. Menonton dengan akal sehat dan menyaring informasi, adalah cara agar kita tidak keracunan dan terpapar efek negatif berita politik.
Salam piala dunia yang menarik, dan pilkada yang membosankan.



Friday, September 8, 2017

Hidup Bukan Sekedar Sukses dan Banyak Uang


Saya selalu berusaha untuk terus belajar dalam hidup, belajar dari setiap pengalaman hidup setiap hari.
Buat saya, pengalaman terbaik adalah ketika kita mendapatkan masalah. Disitu lah kita belajar bagaimana menghadapi masalah, bagaimana mencari solusi dari setiap permasalahan hidup dan yang terpenting adalah belajar dari masalah tersebut untuk menambah kemampuan kita jika masalah serupa datang kembali di masa yang akan datang.

Hal yang paling penting ketika mendapat masalah adalah bagaimana kita bertindak proporsional, tidak berlebihan dan berpikir dengan jernih supaya kita dapat bertindak benar.
Sering kali kita bertindak tidak terukur, emosional, dan akhirnya keputusan yang kita ambil pun menjadi salah. Maka belajar tenang, adalah solusi agar kita dapat mengambil keputusan dengan benar. Berdoa kepada Tuhan, mencari pertolongan keluarga atau sahabat juga merupakan cara ampuh agar kita dapat menyelesaikan masalah. Seperti istilah dalam dunia medis, kita mencari second opinion atas masalah yang kita hadapi. Second opinion kita perlukan untuk mencegah kita dari tindakan yang salah ketika kita mendapat masalah, jangan memendam sendiri masalah jika kita sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Kembali ke judul tulisan ini, bahwa hidup tidak melulu mengenai sukses dan banyak uang, hidup yang terutama adalah kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita.Kualitas hidup yang bagaimana? misalnya kita bisa berguna bagi orang lain, tidak usah muluk-muluk, hal-hal kecil yang dapat kita berikan untuk membantu orang lain juga merupakan sebuah kebaikan.
Jadi fokus kehidupan yang terutama adalah memperbaiki hidup dari dalam diri kita, kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan. Jika kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan meningkat, maka kita akan lebih menikmati hidup, bersyukur dan dengan sendirinya kualitas hidup kita pun meningkat bukan hanya dari sisi materi saja.
Banyak orang memiliki kekayaan, materi berlimpah, namun kualitas hidupnya tidak baik. Misalnya waktu untuk keluarga berkurang, hubungan dengan orang lain juga buruk serta tidak mampu bersyukur atas apa yang ia dapat. Bukankah kualitas hidup seperti ini tidak baik? walaupun dia memiliki harta berlimpah.

Jadi marilah kita berfokus pada meningkatkan kualitas hidup dari dalam diri kita, bagaimana bersyukur, bagaimana bisa menghadapi masalah dengan bijak. Pada akhirnya kita pun bisa menikmati apapun yang kita dapat, dengan demikian kita selalu bahagia dalam menjalani hidup ini. Jika sudah bahagia dan mampu bersyukur dalam segala hal, apa lagi yang kurang? kita akan menjadi orang yang paling kaya di dunia ini bukan?

Friday, July 21, 2017

Fenomena Bunuh Diri penyanyi Chester Bennington


Akhir-akhir ini banyak sekali tersiar berita fenomena bunuh diri, terutama dikalangan artis atau public figure. Adalah fokalis Linkin Park, Chester Benningto meninggal dunia dengan cara gantung diri (Kompas, 21 Juli 2017) Kita mungkin terkejut mengapa fenomena bunuh diri ini terjadi dikalangan orang-orang yang kita pikir memiliki segalanya dari sisi materi, dengan kata lain orang-orang yang memiliki kehidupan yang berkecukupan. Secara pribadi saya berpendapat walaupun orang-orang yang bunuh diri memiliki materi yang berkecukupan, akan tetapi dari sisi rohani dia memiliki kekosongan jiwa. Ibarat puzzle, ada bagian yang hilang yang harus di isi di dalam puzzle tersebut. Singkatnya, jasmani nya mungkin tercukupi tetapi rohaninya ada yang salah. Depresi atau putus asa, mungkin itulah kata yang paling mudah kita mengerti yang dapat kita asosiasikan untuk orang-orang yang bunuh diri. Mereka memiliki masalah, namun tidak dapat menyelesaikannya. Saya pribadi tidak bisa menyalahkan atau menghakimi orang-orang yang bunuh diri tersebut, mungkin saja kita yang gagal untuk membantu orang-orang seperti itu. Mungkin mereka butuh untuk didengarkan atau dibantu, tetapi orang-orang di sekeliling nya gagal memahami atau acuh terhadap mereka.

Secara ilmiah, baiklah kita memahami penyebab orang dapat bunuh diri.
Berikut adalah faktor-faktor yang dapat memicu orang untuk bunuh diri:
1. Gangguan Jiwa.
    Kejadian bunuh diri sering kali dilakukan oleh orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, sekitar 27% hingga 90%. Orang-orang yang memiliki gangguan jiwa cenderung tidak dapat mengontrol tindakannya dan lebih bersifat impulsif atau meledak-ledak dan tidak sadar yang dilakukannya itu berbahaya bagi jiwanya.
2. Penggunaan Obat.
    Penggunaan obat adalah faktor resiko umum kedua pada bunuh diri setelah depresi mayor dan gangguan bipolar, baik penyalahgunaan obat kronis, maupun kecanduan akut. Mungkin obat yang dikonsumsi tersebut menyebabkan tidak terkontrol nya tindakan seseorang tersebut.
3. Masalah Perjudian.
    Perjudian juga faktor pendorong seseorang untuk bunuh diri, kita ketahui bersama bahwa perjudian dapat membuat kondisi ekonomi seseorang menjadi turun akibat kalah dalam berjudi. Hal inilah yang membuat seseorang untuk melakukan bunuh diri, yakni karena putus asa dengan kondisi ekonomi nya sehingga ia mengambil jalan pintas dari keputusasaan orang tersebut.
4. Kondisi Medis.
    Penyakit-penyakit kronis seperti HIV AIDS, diagnosis kanker, dan penyakit-penyakit berat lainnya dapat memicu seseorang untuk bunuh diri. Untuk itu, kita wajib memberi dukungan agar orang tersebut tidak putus asa atau kita dapat menambah semangat hidupnya.
5. Pemusik.
    Steve Sack, direktur di Center for Suicide Research dan Profesor di Wayne State University menjelaskan bahwa laju bunuh diri para pemusik tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Ini karena pekerja seni, termasuk penulis, aktor atau pelukis lebih rentan terpapar depresi dan pikiran-pikiran bunuh diri.
Masih banyak lagi faktor-faktor yang membuat seseorang bunuh diri, dan hanya ahli psikologi mungkin yang bisa menerangkan lebih detail dan jelas.

Terus terang, saya terkejut dengan poin kelima sehingga ada kalimat yang saya beri garis besar, dalam hal faktor bunuh diri yakni Pemusik. Dikatakan bahwa pemusik memiliki faktor tiga kali lebih tinggi untuk bunuh diri, lebih besar dari rata-rata nasional.
Mungkin penyebab bunuh diri dari penyanyi Chester Benningto adalah karena ia berprofesi sebagai pemusik, jika kita merujuk penelitian dari Steve Sack. selama ini bayangan saya seorang pemusik pasti jarang stress, karena jika stress ia tak akan bisa bernyanyi apalagi menciptakan lagu. Tapi ternyata pikiran saya salah, malah sebaliknya.

Nilai yang dapat diambil adalah, bagaimana kita bisa mengontrol diri, menguasai diri, mengenali diri kita agar kita tidak mengalami depresi atau stress. Faktor keluarga, teman sangatlah penting untuk memberikan semangat hidup bagi penderita stress. Dan yang lebih penting adalah kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan dan meminta pertolongannya agar kita dapat keluar dari masalah dan mendapatkan kelegaan.

Sekali lagi, bunuh diri bukanlah solusi masalah, melainkan jalan pintas menuju neraka.
Tetaplah semangat, karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di dunia ini. Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita, ITU!
Pesan tambahan: Janganlah menghakimi seluruh hidupmu hanya karena satu hari kesialan.

Salam.



referensi bacaan:
1. www.dokterindonesiaonline.com ( 15 penyebab dan faktor resiko terjadinya kasus bunuh diri)











Saturday, July 15, 2017

Burung Dalam Sangkar

Burung yang saya ceritakan dalam cerita blog ini
Setiap hari saya melihat dan mendengar kicauan burung dalam sangkar tepat di samping tempat tinggal saya, burung tersebut cukup bagus baik warna maupun suaranya. Sang pemilik setiap pagi membersihkan burung tersebut, dan memberi makan dan minum setiap hari.

Saya melihat bahwa burung tersebut tidak seharusnya berada di dalam sangkar, burung tersebut seharusnya terbang bebas melintasi batas dan tempat. Manusia memang egois, demi ingin mendengarkan suara burung yang bagus, burung di masukkan ke dalam sangkar.
Mungkin burung tersebut memiliki segalanya yang dia butuhkan baik makanan maupun minuman, tetapi harta yang paling berharga adalah kebebasan. Saya melihat burung tersebut berkicau setiap hari, dan suara burung tersebut cukup membuat sejuk suasana, namun saya lebih senang jika burung tersebut bisa terbang bebas sesuai kodratnya.

Jika kita analogikan dengan kehidupan manusia, mungkin ada makna yang bisa kita ambil dari kehidupan burung dalam sangkar tersebut. Maknanya adalah betapa kebebasan itu sangat berharga bagi kita manusia, walaupun kita memiliki segalanya tapi jika kita terbelenggu maka hidup tak ada maknanya.
Terbelenggu bukan hanya secara fisik, namun juga pikiran. Artinya, janganlah kita terbelenggu oleh rasa takut, rasa khawatir tentang hidup kita.
Marilah kita hidup bebas dari rasa takut, dan khawatir agar hidup kita tidak seperti burung yang terbelenggu dalam sangkar tersebut.

Salam

Saturday, July 8, 2017

Tetap Tenang di Dalam Badai yang Besar

Tenang adalah kata kunci jika kita ingin selamat dari amukan badai yang besar, dengan tenang kita dapat berpikir positif dan tidak salah dalam bertindak.
Pelajaran ini saya dapat ketika saya belajar berenang, semakin kita panik dan takut akan kedalaman, maka kita akan semakin tenggelam dan semakin memperburuk situasi. Berfokuslah pada apa yang kita bisa lakukan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi.

Dalam kehidupan juga demikian, jika kita selalu tenang dan tidak emosional dalam menghadapi masalah, maka kita akan bertindak dengan benar. Seperti kata bijak mengatakan; janganlah kita mengambil keputusan ketika kita sedang emosional. Kalimat itu adalah benar adanya, karena jika kita sedang dalam keadaan emosional dan tidak tenang, maka sering kali kita ceroboh dalam mengambil keputusan dan pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.
Intinya adalah tetaplah tenang, meskipun badai besar menerpa agar kita dapat bertindak dengan benar.

Demikianlah renungan akhir pekan, semoga bermanfaat.
Salam.






Friday, July 7, 2017

Energi Jumat Sore


Energi di hari jumat selalu lebih besar dari hari lainnya, karena merupakan hari terakhir bekerja bagi para karyawan. Entah karena sugesti atau tidak, saya pun merasa bahwa hari jumat selalu lebih semangat apa  lagi menjelang sore, energi nya bias berlipat-lipat.

bagaimana dengan hari-hari lainnya? saya rasa akan sangat berbeda jauh dengan hari jumat, apalagi hari senin hari dimana dimulainya kesibukan sebagai seorang pekerja.

Jika kita hanya bahagia dihari jumat atau sabtu dan minggu, alangkah menderitanya hidup kita, karena hari-hari lainnya lebih banyak dari hari Jumat.
Marilah kita merdeka dari terpasungnya hidup, kita harus berjuang untuk bahagia di setiap detik karena hidup hanya sekali.
Mungkin kata "Mari kita belajar bahagia" adalah kalimat yang tepat untuk kita agar kita terus berusaha untuk bahagia tanpa melihat situasi dan kondisi yang kita alami.

Sekali lagi mari kita belajar untuk bahagia, tidak hanya di hari jumat atau sabtu atau minggu..mari belajar bahagia setiap hari, detik-demi detik.
Bagaimana caranya? mungkin dengan rasa syukur kita bias belajar untuk bahagia.
Rasa syukur adalah senjata kita untuk bias bersyukur, karena tanpa rasa syukur kebahagiaan kita hanya berdasarkan apa yang kita dapat hari ini.

Mari bersyukur, mari belajar bahagia.
Salam.

Thursday, July 6, 2017

Anomali dalam Dunia Sosial Media

Ilustrasi media sosial

Saat ini hampir semua manusia yang bernapas menggunakan sosial media, entah itu Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Banyak sekali kejadian-kejadia yang bermula dari media sosial berlanjut ke dunia nyata. Baik itu akibat pernyataan seseorang yang tidak sejalan dengan orang lain maupun ujaran-ujaran kebencian terhadap seseorang, yang kemudian orang tersebut di laporkan ke pihak yang berwajib.

Menurut saya media sosial adalah sesuatu yang sangat berbahaya jika kita tidak dapat mengontrolnya, baik dalam mengunakannya maupun dalam menyatakan pendapat atau status di media sosial tersebut.
Media sosial seharusnya memiliki regulasi yang ketat, misalnya hanya boleh digunakan oleh orang-orang dengan usia tertentu, sehingga dapat menurunkan dampak negatif media sosial tersebut.

Dunia maya saat ini bahkan lebih berisik dari pada dunia nyata, sebuah anomali yang terjadi saat ini.
Ada penelitian yang menyatakan bahwa semakin jarang kita membuka media sosial, maka semakin tinggi kesehatan jiwa dan mental kita. Sesuatu yang mengejutkan, berarti aktifitas di dunia maya dianggap tidak sehat bagi jiwa dan mental manusia.

Saya akan kasih contoh, mungkin banyak sekali orang yang terobsesi dengan status orang lain; misalnya jika kita melihat status orang yang bepergian ke luar negeri atau berlibur, maka orang lain akan berlomba juga untuk membuat status yang sama. Misalnya demi membuat status liburan, dia rela memaksakan diri untuk berlibur walaupun kantong sedang pas-pasan.
Itulah satu contoh dimana sosial media sudah merupakan tekanan sosial yang memaksa orang untuk menjadi orang lain, itu sangat berbahaya.

Marilah kita bijak menggunakan sosial media, terutama dalam memposting berita atau status kita.
Jangan sampai status yang kita buat menjadi batu sandungan buat orang lain yang membaca status kita.

Salam dan Terimakasih.

Wednesday, July 5, 2017

Wacana Pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangkaraya

Pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangka Raya sudah jauh-jauh hari gaungnya terdengar, namun kali ini gaungnya lebih santer terdengar karena beberapa hari ini mencuat di media masa dan terlebih baru saja dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama kabinet nya.

Apa esensi pemindahan ibukota ke Jakarta? itulah pertanyaan di benak saya ketika mendengar wacana tersebut. Apakah untuk mengurangi beban Jakarta yang sudah penuh dengan manusia? atau mengurangi macet? atau mungkin mengurangi beban penduduk Jakarta yang semakin membludak?
Itulah pertanyaan-pertanyaan di benak saya yang timbul, dan mencoba untuk menjawabnya sendiri.

Menurut saya, pemindahan Ibukota Jakarta bukanlah solusi terbaik untuk semua pertanyaan-pertanyaan saya tersebut, tetapi bagaimana pemerintah dapat menyebarkan sentra-sentra bisnis dan pusat-pusat perdagangan bukan hanya terpusat di Jakarta, melainkan juga tersebar di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Pemerataan kesempatan kerja akan terjadi jika pusat-pusat bisnis tidak hanya ada di Ibukota Jakarta, melainkan juga di daerah-daerah lainnya.

Pemindahan Ibukota ke Palangkaraya akan memakan banyak biaya seperti dilansir harian online kompas.com, beban keuangan pemerintah akan semakin membengkak hanya untuk pemindahan Ibukota ke Palangkaraya.
Alangkah lebih baiknya pemerintah mendirikan sentra-sentra bisnis di daerah, menciptakan banyak peluang kerja di daerah dan meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah seluruh Indonesia agar geliat bisnis tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, melainkan di pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Pemindahan Ibukota ke Palangka Raya hanya memindahkan nama dan administrasi saja, bukan kualitas daerah tersebut. Semoga pemerintah bisa lebih mengkaji, dan mungkin melakukan riset mendalam untuk membuktikan apakah benar pemindahan Ibukota tersebut akan mengurangi masalah yang selama ini terjadi di Ibukota Jakarta atau sebaliknya.

Salam

Saturday, February 18, 2017

Mencoba Menulis Kembali


Lama tidak mengunjungi blog, akhirnya hari ini saya dapat menulis kembali. Memang menulis membutuhkan ketekunan, waktu,  dan konsistensi. Menulis adalah mencoba menyelami setiap peristiwa yang kita alami, atau hanya sekedar mengungkapkan isi hati. Jujur saja, rutinitas, maslah hidup dan segala tetek bengek kehidupan membuat saya malas untuk menulis, atau hilang mood untuk menulis. Disitulah kerelaan kita untuk rela menyisikan sedikit waktu untuk berkontemplasi melalui tulisan.

Tahun ini, semoga saya bisa lebih berkomitmen untuk terus menulis. Menulis apapun yang ada di kepala, tidak perlu takut apakah tulisan menarik atau tidak, yang penting menulislah selagi bisa dan ingat.
Banyak sekali manfaat menulis, selain menggali informasi yang tidak kita tau, kita ditantang untuk mengelaborasi pengetahuan yang kita miliki dan terus menggali informasi yang belum kita miliki. Seorang penulis harus update dengan informasi, sehingga tulisannya tidak ketinggalan jaman atau kurang update informasi.

Semoga kali ini saya bisa menemukan kembali mood menulis saya.

Salam blogger!


Saturday, June 11, 2016

Perbincangan Singakat Dengan Supir Taxi

Pada Siang hari menjelang sore, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan supir taxi.
Saya menanyakan tentang pendapatnya dengan Gubernur DKI Jakarta, yakni Bapak Basuku Tjahaja Purnama aka Ahok

Pertanyaan saya adalah cukup simple, apa pendapat Bapak mengenai Pak Ahok?
Beliau menjawab, Ahok itu adalah pemimpin yang baik, dan bersih. Lalu saya kembali bertanya; Tapi kenapa banyak yang tidak suka dengan beliau? sang Supir Taxi menjawab, yang tidak suka itu hanya kalangan politik saja, yang tidak bisa melakukan korupsi lagi. Intinya sang supir taxi puas dengan kepemimpinan Pak Ahok.

Lalu saya tanya kembali bapak supir taxi tersebut; kira-kira menurut bapak apakah Pak Ahok akan terpilih kembali? Beliau menjawab saya rasa tidak.
Saya kemudian bertanya balik ke beliau, Mengapa? bukankah bapak bilang Ahok adalah pemimpin yang bagus?
Dengan singkat beliau menjawab; memang bagus, ada tapinya..
Dia (Pak Ahok) kan orang asing, masa orang asing jadi pemimpin kita.
Sanya terdiam sesaat, mencerna maksud kalimat sang bapak yang kira-kira usianya sekitar 60 tahun lebih.

Begitulah sepenggal cerita dengan supir taxi ditengah kemacetan Jakarta.
Semoga kita sebagai warga bangsa, tidak menyebutkan kata-kata orang asing kepada etnis lain.
Siapapun dia, jika sudah menjadi warga negara Indonesia, dari etnis mana pun adalah warga negara Indonesia yang sah secara hukum dan sejarah kebudayaan.

Salam Nusantara