Friday, September 8, 2017
Hidup Bukan Sekedar Sukses dan Banyak Uang
Saya selalu berusaha untuk terus belajar dalam hidup, belajar dari setiap pengalaman hidup setiap hari.
Buat saya, pengalaman terbaik adalah ketika kita mendapatkan masalah. Disitu lah kita belajar bagaimana menghadapi masalah, bagaimana mencari solusi dari setiap permasalahan hidup dan yang terpenting adalah belajar dari masalah tersebut untuk menambah kemampuan kita jika masalah serupa datang kembali di masa yang akan datang.
Hal yang paling penting ketika mendapat masalah adalah bagaimana kita bertindak proporsional, tidak berlebihan dan berpikir dengan jernih supaya kita dapat bertindak benar.
Sering kali kita bertindak tidak terukur, emosional, dan akhirnya keputusan yang kita ambil pun menjadi salah. Maka belajar tenang, adalah solusi agar kita dapat mengambil keputusan dengan benar. Berdoa kepada Tuhan, mencari pertolongan keluarga atau sahabat juga merupakan cara ampuh agar kita dapat menyelesaikan masalah. Seperti istilah dalam dunia medis, kita mencari second opinion atas masalah yang kita hadapi. Second opinion kita perlukan untuk mencegah kita dari tindakan yang salah ketika kita mendapat masalah, jangan memendam sendiri masalah jika kita sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Kembali ke judul tulisan ini, bahwa hidup tidak melulu mengenai sukses dan banyak uang, hidup yang terutama adalah kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita.Kualitas hidup yang bagaimana? misalnya kita bisa berguna bagi orang lain, tidak usah muluk-muluk, hal-hal kecil yang dapat kita berikan untuk membantu orang lain juga merupakan sebuah kebaikan.
Jadi fokus kehidupan yang terutama adalah memperbaiki hidup dari dalam diri kita, kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan. Jika kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan meningkat, maka kita akan lebih menikmati hidup, bersyukur dan dengan sendirinya kualitas hidup kita pun meningkat bukan hanya dari sisi materi saja.
Banyak orang memiliki kekayaan, materi berlimpah, namun kualitas hidupnya tidak baik. Misalnya waktu untuk keluarga berkurang, hubungan dengan orang lain juga buruk serta tidak mampu bersyukur atas apa yang ia dapat. Bukankah kualitas hidup seperti ini tidak baik? walaupun dia memiliki harta berlimpah.
Jadi marilah kita berfokus pada meningkatkan kualitas hidup dari dalam diri kita, bagaimana bersyukur, bagaimana bisa menghadapi masalah dengan bijak. Pada akhirnya kita pun bisa menikmati apapun yang kita dapat, dengan demikian kita selalu bahagia dalam menjalani hidup ini. Jika sudah bahagia dan mampu bersyukur dalam segala hal, apa lagi yang kurang? kita akan menjadi orang yang paling kaya di dunia ini bukan?
Friday, July 21, 2017
Fenomena Bunuh Diri penyanyi Chester Bennington
Akhir-akhir ini banyak sekali tersiar berita fenomena bunuh diri, terutama dikalangan artis atau public figure. Adalah fokalis Linkin Park, Chester Benningto meninggal dunia dengan cara gantung diri (Kompas, 21 Juli 2017) Kita mungkin terkejut mengapa fenomena bunuh diri ini terjadi dikalangan orang-orang yang kita pikir memiliki segalanya dari sisi materi, dengan kata lain orang-orang yang memiliki kehidupan yang berkecukupan. Secara pribadi saya berpendapat walaupun orang-orang yang bunuh diri memiliki materi yang berkecukupan, akan tetapi dari sisi rohani dia memiliki kekosongan jiwa. Ibarat puzzle, ada bagian yang hilang yang harus di isi di dalam puzzle tersebut. Singkatnya, jasmani nya mungkin tercukupi tetapi rohaninya ada yang salah. Depresi atau putus asa, mungkin itulah kata yang paling mudah kita mengerti yang dapat kita asosiasikan untuk orang-orang yang bunuh diri. Mereka memiliki masalah, namun tidak dapat menyelesaikannya. Saya pribadi tidak bisa menyalahkan atau menghakimi orang-orang yang bunuh diri tersebut, mungkin saja kita yang gagal untuk membantu orang-orang seperti itu. Mungkin mereka butuh untuk didengarkan atau dibantu, tetapi orang-orang di sekeliling nya gagal memahami atau acuh terhadap mereka.
Secara ilmiah, baiklah kita memahami penyebab orang dapat bunuh diri.
Berikut adalah faktor-faktor yang dapat memicu orang untuk bunuh diri:
1. Gangguan Jiwa.
Kejadian bunuh diri sering kali dilakukan oleh orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, sekitar 27% hingga 90%. Orang-orang yang memiliki gangguan jiwa cenderung tidak dapat mengontrol tindakannya dan lebih bersifat impulsif atau meledak-ledak dan tidak sadar yang dilakukannya itu berbahaya bagi jiwanya.
2. Penggunaan Obat.
Penggunaan obat adalah faktor resiko umum kedua pada bunuh diri setelah depresi mayor dan gangguan bipolar, baik penyalahgunaan obat kronis, maupun kecanduan akut. Mungkin obat yang dikonsumsi tersebut menyebabkan tidak terkontrol nya tindakan seseorang tersebut.
3. Masalah Perjudian.
Perjudian juga faktor pendorong seseorang untuk bunuh diri, kita ketahui bersama bahwa perjudian dapat membuat kondisi ekonomi seseorang menjadi turun akibat kalah dalam berjudi. Hal inilah yang membuat seseorang untuk melakukan bunuh diri, yakni karena putus asa dengan kondisi ekonomi nya sehingga ia mengambil jalan pintas dari keputusasaan orang tersebut.
4. Kondisi Medis.
Penyakit-penyakit kronis seperti HIV AIDS, diagnosis kanker, dan penyakit-penyakit berat lainnya dapat memicu seseorang untuk bunuh diri. Untuk itu, kita wajib memberi dukungan agar orang tersebut tidak putus asa atau kita dapat menambah semangat hidupnya.
5. Pemusik.
Steve Sack, direktur di Center for Suicide Research dan Profesor di Wayne State University menjelaskan bahwa laju bunuh diri para pemusik tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional. Ini karena pekerja seni, termasuk penulis, aktor atau pelukis lebih rentan terpapar depresi dan pikiran-pikiran bunuh diri.
Masih banyak lagi faktor-faktor yang membuat seseorang bunuh diri, dan hanya ahli psikologi mungkin yang bisa menerangkan lebih detail dan jelas.
Terus terang, saya terkejut dengan poin kelima sehingga ada kalimat yang saya beri garis besar, dalam hal faktor bunuh diri yakni Pemusik. Dikatakan bahwa pemusik memiliki faktor tiga kali lebih tinggi untuk bunuh diri, lebih besar dari rata-rata nasional.
Mungkin penyebab bunuh diri dari penyanyi Chester Benningto adalah karena ia berprofesi sebagai pemusik, jika kita merujuk penelitian dari Steve Sack. selama ini bayangan saya seorang pemusik pasti jarang stress, karena jika stress ia tak akan bisa bernyanyi apalagi menciptakan lagu. Tapi ternyata pikiran saya salah, malah sebaliknya.
Nilai yang dapat diambil adalah, bagaimana kita bisa mengontrol diri, menguasai diri, mengenali diri kita agar kita tidak mengalami depresi atau stress. Faktor keluarga, teman sangatlah penting untuk memberikan semangat hidup bagi penderita stress. Dan yang lebih penting adalah kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan dan meminta pertolongannya agar kita dapat keluar dari masalah dan mendapatkan kelegaan.
Sekali lagi, bunuh diri bukanlah solusi masalah, melainkan jalan pintas menuju neraka.
Tetaplah semangat, karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan di dunia ini. Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita, ITU!
Pesan tambahan: Janganlah menghakimi seluruh hidupmu hanya karena satu hari kesialan.
Salam.
referensi bacaan:
1. www.dokterindonesiaonline.com ( 15 penyebab dan faktor resiko terjadinya kasus bunuh diri)
Saturday, July 15, 2017
Burung Dalam Sangkar
![]() |
| Burung yang saya ceritakan dalam cerita blog ini |
Saya melihat bahwa burung tersebut tidak seharusnya berada di dalam sangkar, burung tersebut seharusnya terbang bebas melintasi batas dan tempat. Manusia memang egois, demi ingin mendengarkan suara burung yang bagus, burung di masukkan ke dalam sangkar.
Mungkin burung tersebut memiliki segalanya yang dia butuhkan baik makanan maupun minuman, tetapi harta yang paling berharga adalah kebebasan. Saya melihat burung tersebut berkicau setiap hari, dan suara burung tersebut cukup membuat sejuk suasana, namun saya lebih senang jika burung tersebut bisa terbang bebas sesuai kodratnya.
Jika kita analogikan dengan kehidupan manusia, mungkin ada makna yang bisa kita ambil dari kehidupan burung dalam sangkar tersebut. Maknanya adalah betapa kebebasan itu sangat berharga bagi kita manusia, walaupun kita memiliki segalanya tapi jika kita terbelenggu maka hidup tak ada maknanya.
Terbelenggu bukan hanya secara fisik, namun juga pikiran. Artinya, janganlah kita terbelenggu oleh rasa takut, rasa khawatir tentang hidup kita.
Marilah kita hidup bebas dari rasa takut, dan khawatir agar hidup kita tidak seperti burung yang terbelenggu dalam sangkar tersebut.
Salam
Saturday, July 8, 2017
Tetap Tenang di Dalam Badai yang Besar
Tenang adalah kata kunci jika kita ingin selamat dari amukan badai yang besar, dengan tenang kita dapat berpikir positif dan tidak salah dalam bertindak.
Pelajaran ini saya dapat ketika saya belajar berenang, semakin kita panik dan takut akan kedalaman, maka kita akan semakin tenggelam dan semakin memperburuk situasi. Berfokuslah pada apa yang kita bisa lakukan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi.
Dalam kehidupan juga demikian, jika kita selalu tenang dan tidak emosional dalam menghadapi masalah, maka kita akan bertindak dengan benar. Seperti kata bijak mengatakan; janganlah kita mengambil keputusan ketika kita sedang emosional. Kalimat itu adalah benar adanya, karena jika kita sedang dalam keadaan emosional dan tidak tenang, maka sering kali kita ceroboh dalam mengambil keputusan dan pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.
Intinya adalah tetaplah tenang, meskipun badai besar menerpa agar kita dapat bertindak dengan benar.
Demikianlah renungan akhir pekan, semoga bermanfaat.
Salam.
Pelajaran ini saya dapat ketika saya belajar berenang, semakin kita panik dan takut akan kedalaman, maka kita akan semakin tenggelam dan semakin memperburuk situasi. Berfokuslah pada apa yang kita bisa lakukan, dan bukan pada masalah yang kita hadapi.
Dalam kehidupan juga demikian, jika kita selalu tenang dan tidak emosional dalam menghadapi masalah, maka kita akan bertindak dengan benar. Seperti kata bijak mengatakan; janganlah kita mengambil keputusan ketika kita sedang emosional. Kalimat itu adalah benar adanya, karena jika kita sedang dalam keadaan emosional dan tidak tenang, maka sering kali kita ceroboh dalam mengambil keputusan dan pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.
Intinya adalah tetaplah tenang, meskipun badai besar menerpa agar kita dapat bertindak dengan benar.
Demikianlah renungan akhir pekan, semoga bermanfaat.
Salam.
Friday, July 7, 2017
Energi Jumat Sore
Energi di hari jumat selalu lebih besar dari hari lainnya, karena merupakan hari terakhir bekerja bagi para karyawan. Entah karena sugesti atau tidak, saya pun merasa bahwa hari jumat selalu lebih semangat apa lagi menjelang sore, energi nya bias berlipat-lipat.
bagaimana dengan hari-hari lainnya? saya rasa akan sangat berbeda jauh dengan hari jumat, apalagi hari senin hari dimana dimulainya kesibukan sebagai seorang pekerja.
Jika kita hanya bahagia dihari jumat atau sabtu dan minggu, alangkah menderitanya hidup kita, karena hari-hari lainnya lebih banyak dari hari Jumat.
Marilah kita merdeka dari terpasungnya hidup, kita harus berjuang untuk bahagia di setiap detik karena hidup hanya sekali.
Mungkin kata "Mari kita belajar bahagia" adalah kalimat yang tepat untuk kita agar kita terus berusaha untuk bahagia tanpa melihat situasi dan kondisi yang kita alami.
Sekali lagi mari kita belajar untuk bahagia, tidak hanya di hari jumat atau sabtu atau minggu..mari belajar bahagia setiap hari, detik-demi detik.
Bagaimana caranya? mungkin dengan rasa syukur kita bias belajar untuk bahagia.
Rasa syukur adalah senjata kita untuk bias bersyukur, karena tanpa rasa syukur kebahagiaan kita hanya berdasarkan apa yang kita dapat hari ini.
Mari bersyukur, mari belajar bahagia.
Salam.
Thursday, July 6, 2017
Anomali dalam Dunia Sosial Media
![]() |
| Ilustrasi media sosial |
Saat ini hampir semua manusia yang bernapas menggunakan sosial media, entah itu Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Banyak sekali kejadian-kejadia yang bermula dari media sosial berlanjut ke dunia nyata. Baik itu akibat pernyataan seseorang yang tidak sejalan dengan orang lain maupun ujaran-ujaran kebencian terhadap seseorang, yang kemudian orang tersebut di laporkan ke pihak yang berwajib.
Menurut saya media sosial adalah sesuatu yang sangat berbahaya jika kita tidak dapat mengontrolnya, baik dalam mengunakannya maupun dalam menyatakan pendapat atau status di media sosial tersebut.
Media sosial seharusnya memiliki regulasi yang ketat, misalnya hanya boleh digunakan oleh orang-orang dengan usia tertentu, sehingga dapat menurunkan dampak negatif media sosial tersebut.
Dunia maya saat ini bahkan lebih berisik dari pada dunia nyata, sebuah anomali yang terjadi saat ini.
Ada penelitian yang menyatakan bahwa semakin jarang kita membuka media sosial, maka semakin tinggi kesehatan jiwa dan mental kita. Sesuatu yang mengejutkan, berarti aktifitas di dunia maya dianggap tidak sehat bagi jiwa dan mental manusia.
Saya akan kasih contoh, mungkin banyak sekali orang yang terobsesi dengan status orang lain; misalnya jika kita melihat status orang yang bepergian ke luar negeri atau berlibur, maka orang lain akan berlomba juga untuk membuat status yang sama. Misalnya demi membuat status liburan, dia rela memaksakan diri untuk berlibur walaupun kantong sedang pas-pasan.
Itulah satu contoh dimana sosial media sudah merupakan tekanan sosial yang memaksa orang untuk menjadi orang lain, itu sangat berbahaya.
Marilah kita bijak menggunakan sosial media, terutama dalam memposting berita atau status kita.
Jangan sampai status yang kita buat menjadi batu sandungan buat orang lain yang membaca status kita.
Salam dan Terimakasih.
Wednesday, July 5, 2017
Wacana Pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangkaraya
Pemindahan Ibukota Jakarta ke Palangka Raya sudah jauh-jauh hari gaungnya terdengar, namun kali ini gaungnya lebih santer terdengar karena beberapa hari ini mencuat di media masa dan terlebih baru saja dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama kabinet nya.
Apa esensi pemindahan ibukota ke Jakarta? itulah pertanyaan di benak saya ketika mendengar wacana tersebut. Apakah untuk mengurangi beban Jakarta yang sudah penuh dengan manusia? atau mengurangi macet? atau mungkin mengurangi beban penduduk Jakarta yang semakin membludak?
Itulah pertanyaan-pertanyaan di benak saya yang timbul, dan mencoba untuk menjawabnya sendiri.
Menurut saya, pemindahan Ibukota Jakarta bukanlah solusi terbaik untuk semua pertanyaan-pertanyaan saya tersebut, tetapi bagaimana pemerintah dapat menyebarkan sentra-sentra bisnis dan pusat-pusat perdagangan bukan hanya terpusat di Jakarta, melainkan juga tersebar di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Pemerataan kesempatan kerja akan terjadi jika pusat-pusat bisnis tidak hanya ada di Ibukota Jakarta, melainkan juga di daerah-daerah lainnya.
Pemindahan Ibukota ke Palangkaraya akan memakan banyak biaya seperti dilansir harian online kompas.com, beban keuangan pemerintah akan semakin membengkak hanya untuk pemindahan Ibukota ke Palangkaraya.
Alangkah lebih baiknya pemerintah mendirikan sentra-sentra bisnis di daerah, menciptakan banyak peluang kerja di daerah dan meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah seluruh Indonesia agar geliat bisnis tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, melainkan di pelosok-pelosok daerah di Indonesia.
Pemindahan Ibukota ke Palangka Raya hanya memindahkan nama dan administrasi saja, bukan kualitas daerah tersebut. Semoga pemerintah bisa lebih mengkaji, dan mungkin melakukan riset mendalam untuk membuktikan apakah benar pemindahan Ibukota tersebut akan mengurangi masalah yang selama ini terjadi di Ibukota Jakarta atau sebaliknya.
Salam
Apa esensi pemindahan ibukota ke Jakarta? itulah pertanyaan di benak saya ketika mendengar wacana tersebut. Apakah untuk mengurangi beban Jakarta yang sudah penuh dengan manusia? atau mengurangi macet? atau mungkin mengurangi beban penduduk Jakarta yang semakin membludak?
Itulah pertanyaan-pertanyaan di benak saya yang timbul, dan mencoba untuk menjawabnya sendiri.
Menurut saya, pemindahan Ibukota Jakarta bukanlah solusi terbaik untuk semua pertanyaan-pertanyaan saya tersebut, tetapi bagaimana pemerintah dapat menyebarkan sentra-sentra bisnis dan pusat-pusat perdagangan bukan hanya terpusat di Jakarta, melainkan juga tersebar di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Pemerataan kesempatan kerja akan terjadi jika pusat-pusat bisnis tidak hanya ada di Ibukota Jakarta, melainkan juga di daerah-daerah lainnya.
Pemindahan Ibukota ke Palangkaraya akan memakan banyak biaya seperti dilansir harian online kompas.com, beban keuangan pemerintah akan semakin membengkak hanya untuk pemindahan Ibukota ke Palangkaraya.
Alangkah lebih baiknya pemerintah mendirikan sentra-sentra bisnis di daerah, menciptakan banyak peluang kerja di daerah dan meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah seluruh Indonesia agar geliat bisnis tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, melainkan di pelosok-pelosok daerah di Indonesia.
Pemindahan Ibukota ke Palangka Raya hanya memindahkan nama dan administrasi saja, bukan kualitas daerah tersebut. Semoga pemerintah bisa lebih mengkaji, dan mungkin melakukan riset mendalam untuk membuktikan apakah benar pemindahan Ibukota tersebut akan mengurangi masalah yang selama ini terjadi di Ibukota Jakarta atau sebaliknya.
Salam
Saturday, February 18, 2017
Mencoba Menulis Kembali
Lama tidak mengunjungi blog, akhirnya hari ini saya dapat menulis kembali. Memang menulis membutuhkan ketekunan, waktu, dan konsistensi. Menulis adalah mencoba menyelami setiap peristiwa yang kita alami, atau hanya sekedar mengungkapkan isi hati. Jujur saja, rutinitas, maslah hidup dan segala tetek bengek kehidupan membuat saya malas untuk menulis, atau hilang mood untuk menulis. Disitulah kerelaan kita untuk rela menyisikan sedikit waktu untuk berkontemplasi melalui tulisan.
Tahun ini, semoga saya bisa lebih berkomitmen untuk terus menulis. Menulis apapun yang ada di kepala, tidak perlu takut apakah tulisan menarik atau tidak, yang penting menulislah selagi bisa dan ingat.
Banyak sekali manfaat menulis, selain menggali informasi yang tidak kita tau, kita ditantang untuk mengelaborasi pengetahuan yang kita miliki dan terus menggali informasi yang belum kita miliki. Seorang penulis harus update dengan informasi, sehingga tulisannya tidak ketinggalan jaman atau kurang update informasi.
Semoga kali ini saya bisa menemukan kembali mood menulis saya.
Salam blogger!
Saturday, June 11, 2016
Perbincangan Singakat Dengan Supir Taxi
Pada Siang hari menjelang sore, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan supir taxi.
Saya menanyakan tentang pendapatnya dengan Gubernur DKI Jakarta, yakni Bapak Basuku Tjahaja Purnama aka Ahok
Pertanyaan saya adalah cukup simple, apa pendapat Bapak mengenai Pak Ahok?
Beliau menjawab, Ahok itu adalah pemimpin yang baik, dan bersih. Lalu saya kembali bertanya; Tapi kenapa banyak yang tidak suka dengan beliau? sang Supir Taxi menjawab, yang tidak suka itu hanya kalangan politik saja, yang tidak bisa melakukan korupsi lagi. Intinya sang supir taxi puas dengan kepemimpinan Pak Ahok.
Lalu saya tanya kembali bapak supir taxi tersebut; kira-kira menurut bapak apakah Pak Ahok akan terpilih kembali? Beliau menjawab saya rasa tidak.
Saya kemudian bertanya balik ke beliau, Mengapa? bukankah bapak bilang Ahok adalah pemimpin yang bagus?
Dengan singkat beliau menjawab; memang bagus, ada tapinya..
Dia (Pak Ahok) kan orang asing, masa orang asing jadi pemimpin kita.
Sanya terdiam sesaat, mencerna maksud kalimat sang bapak yang kira-kira usianya sekitar 60 tahun lebih.
Begitulah sepenggal cerita dengan supir taxi ditengah kemacetan Jakarta.
Semoga kita sebagai warga bangsa, tidak menyebutkan kata-kata orang asing kepada etnis lain.
Siapapun dia, jika sudah menjadi warga negara Indonesia, dari etnis mana pun adalah warga negara Indonesia yang sah secara hukum dan sejarah kebudayaan.
Salam Nusantara
Saya menanyakan tentang pendapatnya dengan Gubernur DKI Jakarta, yakni Bapak Basuku Tjahaja Purnama aka Ahok
Pertanyaan saya adalah cukup simple, apa pendapat Bapak mengenai Pak Ahok?
Beliau menjawab, Ahok itu adalah pemimpin yang baik, dan bersih. Lalu saya kembali bertanya; Tapi kenapa banyak yang tidak suka dengan beliau? sang Supir Taxi menjawab, yang tidak suka itu hanya kalangan politik saja, yang tidak bisa melakukan korupsi lagi. Intinya sang supir taxi puas dengan kepemimpinan Pak Ahok.
Lalu saya tanya kembali bapak supir taxi tersebut; kira-kira menurut bapak apakah Pak Ahok akan terpilih kembali? Beliau menjawab saya rasa tidak.
Saya kemudian bertanya balik ke beliau, Mengapa? bukankah bapak bilang Ahok adalah pemimpin yang bagus?
Dengan singkat beliau menjawab; memang bagus, ada tapinya..
Dia (Pak Ahok) kan orang asing, masa orang asing jadi pemimpin kita.
Sanya terdiam sesaat, mencerna maksud kalimat sang bapak yang kira-kira usianya sekitar 60 tahun lebih.
Begitulah sepenggal cerita dengan supir taxi ditengah kemacetan Jakarta.
Semoga kita sebagai warga bangsa, tidak menyebutkan kata-kata orang asing kepada etnis lain.
Siapapun dia, jika sudah menjadi warga negara Indonesia, dari etnis mana pun adalah warga negara Indonesia yang sah secara hukum dan sejarah kebudayaan.
Salam Nusantara
Friday, March 25, 2016
Makna Hari Raya Paskah 2016
![]() |
| Tuhan Yesus diadili oleh para pemimpin agama |
Hari ini adalah hari Raya Paskah, yaitu hari yang saya percayai sebagai hari dimana Tuhan Yesus Kristus di salibkan. Hari Raya Paskah adalah simbol dari kasih Allah terhadap umat manusia, dimana Yesus Kristus telah mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
Hari Raya Paskah adalah simbol dari kasih yang universal, dimana kita dituntut saling mengasihi satu sama lain. Saling mengasihi seperti kita mengasihi diri kita sendiri, itulah salah satu pesan penting Tuhan Yesus kepada murid-muridnya sebelum Ia disalibkan.
Pesan kasih ini seperti oase di padang gurun, dimana saat ini sangat banyak kekerasan terjadi dimana-mana. Banyak penderitaan, kelaparan, orang kehilangan tempat tinggal dan tidak ada yang peduli terhadap satu sama lain.
Saya berkesempatan menyaksikan film Passion of Christ di gereja pada saat ibadah Paskah hari ini, Film yang sangat memancing emosi penonton, dan banyak dari jemaat yang menangis dan meneteskan airmata menyaksikan film tersebut. Film ini mengisahkan kisah hari-hari Tuhan Yesus sebelum dan pada saat penyaliban Nya di kayu salib. Inti dari film ini adalah pengorbanan Nya di kayu salib, sehingga Ia mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
Yesus sendiri disalibkan oleh para ahli-ahli agama yang menuduh Tuhan Yesus menyebarkan aliran sesat, dan menuduhnya menggunakan kuasa setan untuk mengadakan mukjizat. Ahli-ahli agama ini dikatakan oleh Tuhan Yesus sebagai orang-orang munafik, dimana mereka tahu semua hukum agama namun mereka tidak menjalankannya. Kalau kata orang sekarang omdo alias omong doang, tanpa aksi nyata.
Pengorbanannya di kayu salib tidaklah sia-sia, melainkan menyelamaatkan umat manusia dari hukuman dan dosa-dosa kita.
Peristiwa paskah ini adalah memiliki makna kasih, bukan hanya untuk umat Kristiani yang merayakannya, melainkan kita sebagai umat manusia harus memiliki kasih satu sama lain.
Aku pribadi sebagai umat Kristen ingin berjuang mempraktekkan kasih, dimulai dari hal-hal kecil.
Seperti yang Tuhan Yesus katakan, bahwa hukum yang terutama ialah mengasihi umat manusia seperti mengasihi diri kita sendiri, dan hukum kedua yang sama dengan hukum pertama yaitu mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap jiwa.
Selamat Hari raya Paskah 2016, Tuhan memberkati. Amin
Wednesday, March 23, 2016
Indonesia Investment Forum 2016
Kemarin ada acara mengenai forum investasi yang diadakan Euro Money, sebuah lembaga yang kerjaannya mengadakan seminar tentang investasi di berbagai negara.
Kebetulan acara tahun ini diadakan di Indonesia, dan setiap tahun memang diadakan secara rutin di Indonesia. Pesertanya pun terdiri dari berbagai negara, baik Asia maupun Eropa.
Bintang tamunya pun orang-orang penting yang menduduki posisi penting di Indonesia, biasanya yang diundang adalah menteri-menteri yang terkait dengan investasi atau bidang keuangan.
![]() |
| Sandiaga Uno, Pinggir paling kanan sebagai salah satu pembicara |
Tahun ini yang diundang adalah menteri keuangan, Bapak Bambang Brodjonegoro. Ada pula gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus Martowardojo. Tahun lalu pun beliau juga menjadi pembicara utama di acara tersebut, dan tahun lalu pun saya ikut menghadiri acara tersebut.
![]() |
| Menteri Keuangan Bpk Bambang B. |
Aku pribadi tidak banyak merasakan manfaat tersebut, karena yang dibahas di forum tersebut adalah topik umum yang sebenarnya bisa kita dapat dari internet atau mesin pencari Google. Tapi karena disuruh oleh bos, maka akupun menghadiri acara tersebut. Ditambah lagi makan siang gratis super enak dan super mewah kualitas hotel bintang lima.
Suasana di ruangan seminar pun cukup membosankan, mirip suasana perkuliahan. Kebanyakan para peserta seminar sibuk dengan smart phone nya masing-masing, sementara pembicara sibuk berbicara sendiri. Banyak keynote speaker yang hanya membaca teks, kemudian keluar ruangan tanpa peduli apakah pendengar memperhatikan omongannya atau tidak.
Walaupun begitu, tetap saya bersyukur karena bisa ikut acara tersebut, terutama karena makanannya yang lezat nan nikmat. Saya mungkin peserta yang makan dengan porsi warteg, dimana piring full dengan nasi dan lauk pauk. Sampai ada peserta yang terlihat heran dengan saya, mungkin dalam hatinya dia bilang begini " sudah dua hari belum makan kayaknya si kawan ini". Namun saya tidak perduli apa kata orang, yang penting perut kenyang. Ditambah lagi sehabis makan ada kopi Toraja tersedia, makin maknyeus...
Tuesday, March 15, 2016
Catatan Perjalanan Palangka Raya
Hari itu Selasa tanggal 8 bulan Maret 2016 adalah awal perjalananku menuju Palangka Raya, dengan tujuan melihat peristiwa gerhana matahari total. Jujur saja, aku bukanlah tipe orang yang suka traveling ke tempat-tempat jauh kecuali karena terpaksa. Entah mengapa mendengar kata gerhana matahari jiwa petualangan ku tiba-tiba bangkit, dan begitu semangat untuk menyaksikan peristiwa gerhana matahari total.
Singkat cerita, hari pertama di Palangkaraya aku berkunjung ke Stadion Mantikei untuk melihat atraksi budaya yang akan di gelar di tempat tersebut. Namun sayang, ketika sampai di stadion Mantikei acara telah selesai di gelar. Hanya sampah yang berserakan dan terlihat beberapa pekerja yang membereskan panggung-panggung hiburan. Sedih campur kecewa itulah perasaanku saat itu, karena tidak bisa melihat acara budaya dan tarian kolosal yang menurut berita digelar di tempat tersebut.
Ketika aku hendak pulang ke hotel dengan naik angkot, tiba-tiba seorang ibu bicara denganku lalu berkata "mau ikut dengan saya?, saya mau ke Bundaran besar, disana acaranya lebih rame dan baru akan di mulai sore ini". Tanpa pikir panjang, aku pun langsung setuju dan mengikuti ibu itu dari belakang menuju Bundaran Besar. Dan benar saja, setibanya di Bundaran besar langsung terlihat sebuah pawai Ogoh-ogoh yang di arak di seputar Bundaran besar. Ogoh-ogoh adalah sebuah tradisi Hindu yang melambangkan sebuah patung raksasa yang diarak keliling untuk dimusnahkan, filosofi ritual ini adalah agar sifat jahat dalam diri setiap manusia dapat di hilangkan. Biasanya acara ini dilakukan sehari sebelum umat Hindu melakukan tapa brata atau Nyepi.
![]() |
| Pawai Ogoh-Ogoh |
Setelah saya menyaksikan acara pawai Ogoh-ogoh tersebut, sang ibu tersebut mengajak ku ke tempat lain di seputar Bundaran Besar untuk menyaksikan Prosesi Balian oleh Suku Dayak. Prosesi Balian adalah ritual untuk mengusir roh jahat, agar pada saat gerhana matahari roh jahat tersebut lenyap (seperti yang dijelaskan oleh pembawa acara).
Sangkin asiknya menyaksikan acara ritual Balian tersebut, saya lupa melihat ibu yang telah mengantar saya tadi. Saya menengok kebelakang, namun ibu tersebut sudah tidak ada. Mungkin ibu tersebut pulang kerumahnya karena hari sudah larut malam.
Setelah acara Balian selesai, aku pun kembali ke hotel.
Hari kedua adalah hari yang aku nanti-nantikan untuk menyaksikan gerhana matahari total, yakni tanggal 9 Maret 2016.
Pagi-pagi sekitar pukul 6.30, aku menuju Bundaran Besar untuk menyaksikan acara gerhana matahari total. Pada saat menyaksikan gerhana matahari total, aku berdecak kagum melihat peristiwa alam yang begitu dahsyat dan kebesaran Tuhan yang begitu agung.
Selain gerhana matahari, acara juga diisi dengan banyak tari-tarian suku Dayak yang sangat memukau, sehingga para penonton pun berdecak kagum menyaksikan nya. Selepas acara gerhana matahari total, aku pun langsung menuju hotel untuk istirahat karena semalam hanya tidur sekitar dua jam.
![]() |
| salah satu pentas tari lokal |
Hari ketiga adalah hari terakhir ku di Palangka Raya, dan merupakan hari yang sangat berkesan. Berkesan karena aku bertemu dengan teman-teman baru pada detik-detik terakhir ku di Palangka Raya. Selepas wisata susur sungai Kahayan, aku berniat menuju tempat pemeliharaan Orang Utan yang bernama Arboretum Nyaru Menteng. Dengan berbekal insting dan sedikit pengalaman pramuka pada saat sekolah dulu, aku langsung naik angkot tanpa bertanya dahulu kemana tujuan angkot tersebut. Setelah naik angkot, barulah aku bertanya kepada sang supir dengan polos nya dan berkata "Bang, Saya mau ke tempat Orang Utan.., nanti saya berhenti dimana ya bang?" Sang sopir terdiam selama beberapa detik, dan bingung harus menjawab apa. Beberapa saat kemudian, barulah sang sopir angkot tersebut menjawab dengan singkat "Waduh, jauh itu Bang..gak ada angkot kesana" Tanpa memberi solusi, dia pun terus tancap gas. Saya hanya pasrah saja seraya berdoa, semoga saya tidak di begal di tengah jalan. Setelah tidak ada penumpang lagi, sang sopir berkata kepada saya "Taxi mau kah?" saya bingung dan berkata dalam hati "taxi mana yg lewat di tengah hutan begini"? beberapa saat aku baru mengerti bahwa taxi yang ia maksud adalah carter angkot, dan aku pun setuju dan membayar Rp.170.000 PP.
Setelah sampai di Arboretum, aku langsung menuju tempat Orang Utan dan disini lah saya bertemu dengan teman baru saya yakni Fernandes dan Arga. Arga adalah dokter hewan yang bertanggungjawab atas kesehatan Orang Utan di tempat tersebut.
![]() |
| Dari Kiri-Kanan (Fernandes, Saya, dan Arga) |
Berkat merekalah aku bisa mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya yang sangat menarik, aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mereka.
Setelah sampai di Jakarta aku amat bersyukur karena telah melakukan perjalanan yang penuh dengan kesan, dan menambah wawasan nusantara ku terhadap budaya Indonesia. Ya, Palangkaraya kota kecil tetapi memiliki budaya dan kearifan lokal yang sangat indah. Serta masyarakatnya yang ramah, dan memiliki toleransi antar umat beragama yang sangat tinggi.
Terimakasih Tuhan atas perjalanan yang sangat berkesan ini.
Wednesday, February 10, 2016
Kang Jack, Juru Parkir Pendiri sekolah Gratis
![]() |
| Kang Jack (Gambar: Detik.com) |
"Memang saya putus sekolah, tapi saya ingin punya sekolah. Masa bikin sekolah itu harus menunggu kaya. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Undang Suryaman alias Jack, seorang lulusan SD yang mampu mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) gratis dilingkungan nya di daerah Rancaekek, Bandung. Kalimat diatas sungguh luar biasa, dia ingin mengatakan bahwa jika ingin berbuat baik jangan di tunda-tunda. Dia telah membuktikan perkataannya, dengan segala keterbatasannya dia mampu membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya untuk mendirikan sekolah TK gratis.
Banyak yang menganggap Kang Jack adalah penipu, karena orang-orang beranggapan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah untuk mencari keuntungan semata. Cibiran dan perkataan yang memojokkan tidak ia indahkan, dia tetap maju dengan idenya yang ingin mendidik anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan gratis.
Orang-orang seperti Kang Jack adalah oase di padang gurun, sangat jarang ada orang yang mau peduli terhadap orang lain. Terlebih lagi, Kang Jack adalah orang yang hidup dari keterbatasannya sebagai seorang juru parkir di kampus Universitas Padjajaran Bandung. Banyak orang yang hidup berkelimpahan, namun tidak mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain. Sebaliknya banyak pejabat atau wakil rakyat yang terbukti korupsi dan hidup bermewah-mewah dengan harta "rampasan" tersebut.
Cerita-cerita seperti ini harus disebarkan dan menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama bagi pejabat negara. Mereka, kita dan siapapun yang mendengar cerita inspiratif ini bisa mencontohnya, bahwa dalam berbuat baik, kita tidak perlu menunggu kaya raya.
Pesan moral cerita ini adalah, berbuat baiklah selama kita mampu melakukannya. Berbuat baik tidak harus melakukan hal-hal yang fantastis, berbuat baik bisa dari hal-hal kecil yang bisa meringankan beban orang lain.
Mari kita berbuat baik!
Salam.
Sumber bacaan Klik di sini
Subscribe to:
Posts (Atom)












