| Sumber: jateng.tribunnews.com |
Apakah cerita diatas hanya terjadi pada masa lalu, dimana perbudakan masih dilegalkan?, apakah penganiayaan fisik yang diterima kaum lemah hanya terjadi di masa lampau?, ternyata jawabannya tidak. Lihat saja beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, buruh-buruh disekap dan mengalami penyiksaan fiisk dan psikis. Peristiwa dari mulai kasus buruh panci di tangerang, buruh pabrik di Medan, dan pembantu rumah tangga yang disekap baru baru ini telah menyadarkan kita bahwa perbudakan masih terjadi saat ini. Diera modern, dan hukum serta aparatur telah berdiri kokoh, namun ada sisi kelam diera gemerlapnya kemewahan dunia dan perkembangan pengetahuan dan budaya.
Lihat saja, bagaimana orang miskin tidak memiliki akses mendapatkan pendidikan tinggi dan terbaik. Sekolah-sekolah internasional hanya milik orang-orang berduit, beasiswa-beasiswa diberikan hanya sekedar penutup betapa banyaknya kaum miskin yang tidak bisa bersekolah.
Ingat, pendidikan lah yang akan membawa setiap orang meningkatkan taraf hidupnya. Tanpa pendidikan anak tukang becak tetaplah anak tukang becak, anak sopir angkot tetaplah anak supir angkot.
Nothing is change without education!.
Twelve Years a Slave masih sangat relevan dengan potret kehidupan modern saat ini.
Salam Hangat,







