Tuesday, July 28, 2015

Kembalinya Cincin yang Terhilang

Tahun 2006 saya lulus dari Fakultas Ilmu Administrasi Niaga dengan predikat Cumlaude, dengan IPK 3.70. Program sarjana Strata 1 saya selesaikan hanya dalam tempo tiga tahun, dan saya merupakan lulusan yang paling cepat lulus seangkatan saya yakni angkatan 2003.
Dengan prestasi tersebut diatas, saya pun dianugerahi cincin penghargaan dari Universitas Atma Jaya Jakarta.

Cincin emas, penghargaan dari Unika Atma Jaya Jakarta.
Namun demikian, semua prestasi tersebut tidak serta merta membuat saya melenggang santai dalam mencari pekerjaan. Jatuh bangun dan kadang tidak bangun bangun pun saya alami, betapa sulitnya mencari pekerjaan.

Demi bertahan hidup, saya pun terpaksa harus menggadaikan cincin penghargaan yang saya terima dari Unika Atma Jaya. Bayangkan, hampir tiga tahun saya gadai kan cincin tersebut dan saya sudah pasrah dengan kemungkinan cincin tersebut tidak kembali ke tangan saya. Petugas pegadaian pun sudah muak melihat wajah saya, yang setiap bulan harus setor wajah dan setor bunga pinjaman ke pegadaian plaza semanggi. Mungkin dalam hatinya berkata "mas-mas..kasihan amat idup lo..."

Tetapi janji Tuhan memang benar adanya, apa yang sudah Dia berikan tidak akan hilang melainkan akan tetap menjadi milik saya. Cincin itupun berhasil saya tebus kembali dengan rasa haru biru, setelah hampir tiga tahun saya kehilangannya.
Tuhan memang adil!

Tuesday, July 7, 2015

Menulis Untuk Keabadian

Pramoedya Ananta Toer (Sumber: Google image)

Menulis adalah pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang, karena sejak kecil kita telah belajar menulis. Menulis hanya butuh ide, dan ide bisa datang kapan saja. Tidak harus keren, hal-hal sederhana bisa kita ceritakan lewat tulisan; kehidupan kita sehari-hari, pengalaman masa lalu, dan sebagainya.

Buat saya pribadi, menulis adalah hal yang sangat menyenangkan, saya dapat mencurahkan isi hati dan juga perasaan saya ke dalam sebuah tulisan. Harapannya adalah kelak tulisan saya dibaca oleh banyak orang, dan mereka yang membaca mendapatkan informasi yang berguna.

Tujuan saya menulis adalah untuk berbagi; berbagi pengetahuan, pengalaman atau pun informasi yang sedang mereka cari. Selain itu menulis juga dapat dijadikan media untuk menyimpan sejarah hidup kita, siapa pun yang membaca dapat mengetahui pikiran kita, pandangan kita akan sesuatu hal, bahkan sejarah hidup kita. Saya berharap suatu saat tulisan saya dibaca oleh anak cucu saya, dan mereka mengetahui profil kehidupan saya.

Seperti kata Tokoh Sastrawan yang sangat saya kagumi, Pramoedya Ananta Toer. Beliau berkata: orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Jadi, marilah kita menulis. Menulis hal-hal sederhana, yang jika dibagikan kepada orang banyak akan menjadi hal yang luar biasa.

Selamat menulis!



Saturday, July 4, 2015

Habis Gelap Terbitlah Terang

Hari ini saya berkunjung ke toko buku Gramedia di Matraman, Jakarta Timur. Ketika sampai disana, saya makan siang terlebih dahulu karena menderita lapar yang amat sangat.
Selesai makan, saya langsung berkunjung ke stand bazar buku-buku murah di basement toko buku Gramedia. Seperti biasa, saya melihat buku-buku, dan sesekali membaca ringkasan isi buku di bagian belakang buku tersebut.

 Dari sekian banyak buku yang saya baca, ada dua buku yang menarik perhatian saya. Buku tersebut mengulas tentang sosok inspiratif dari tokoh nasional yang beberapa waktu lalu sedang populer. Tokoh tersebut bernama Dahlan Iskan, mantan menteri di era presiden SBY dan CEO media Jawa post. Buku tersebut berjudul From Zero to Hero, dan Habis gelap terbitlah terang. Saya tidak membaca isi buku tersebut, karena buku tersebut di bungkus plastik dan memang saya tidak berniat membelinya.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada beliau, saya hanya prihatin saja dengan kasus korupsi yang menimpa Pak Dahlan Iskan terkait perannya dahulu sebagai direktur utama Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, semoga pak Dahlan Iskan tidak terbukti melakukan korupsi dan bisa terbebas dari jerat hukuman.
Semoga saja beliau tetap bersinar, dan menjadi teladan bangsa yang memberi inspirasi kepada bangsa ini yang sedang mengalami krisis kepemimpinan dan krisis keteladanan.

Semoga saja judul buku beliau tidak terbalik menjadi From Hero to Zero, dan Habis Terang Terbitlah Gelap. 

Semoga Pak Dahlan Iskan tetap menjadi teladan bagi bangsa ini, kerja kerasnya, semangatnya untuk memperbaiki negeri ini, semoga itu semua menjadi sinar bagi bangsa ini.

Salam.







Tuesday, June 30, 2015

Bersyukur Untuk Hidup Saat Ini


Sumber: Google image
Hari ini tersiar kabar berita duka cita, yakni jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Medan.
dikabarkan seluruh penumpang yang berjumlah lebih dari seratus orang meninggal dunia (Kompas, 30/6 2015).
Bukan Hanya itu, berbagai bencana alam pun hampir setiap hari terjadi di negeri ini. Mulai dari Erupsi gunung merapi, tanah longsor, banjir dll.

Sebagai umat beragama, sudah semestinya kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, seraya bersyukur sampai saat ini kita masih diberikan keselamatan, dan kehidupan yang baik. Bersyukur akan hidup yang kita rasakan saat ini akan membuat kita memiliki semangat dan energi baru untuk menjalankan hidup. Bersyukur bukan hanya ketika kita mendapatkan hal-hal yang besar, tetapi hal-hal yang kecil pun patut kita syukuri.

Jika kita terlepas dari segala musibah, bukan berarti kita lebih baik dari mereka yang terkena bencana. Bukan berarti pula mereka lebih berdosa dari kita, yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan tetap berjaga-jaga agar kita tetap dekat dengan Tuhan, sang pencipta kita.

Dunia semakin tua, berbagai bencana terjadi dimana-mana. Hendaknya peristiwa ini dapat kita ambil hikmahnya agar kita semakin berjaga-jaga. Seperti ada tertulis, tanda-tanda alam dapat kita baca, maka sepatutnya kita dapat membaca tanda-tanda zaman agar kita tetap berjaga-jaga dengan iman kita.

Salam.

Wednesday, June 17, 2015

Terasing di Negeri Sendiri

Menteri Perindustrian Bapak Saleh Husin (Ke-2 dr kanan, dan Bapak Agum Gumelar ke-3 dr Kanan)
Hari Senin tanggal 15 Juni 2015 saya mengikuti acara konferensi hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan yang ke-20, dihadiri oleh menteri Perindustrian Bapak Saleh Husin sebagai keynote speaker, dan juga Bapak Agum Gumelar sebagai ketua KADIN komite Taiwan. Beberapa delegasi dari Taiwan pun ikut meramaikan acara ini, termasuk saya sendiri sebagai perwakilan dari perusahaan tempat saya bekerja.

Acaranya tidak begitu menarik, hanya saja yang membuat saya antusias adalah bisa melihat langsung orang-orang penting di negara ini, seperti menteri dan tamu penting lainnya yang biasanya hanya saya liat di layar kaca atau layar perak. Selain itu tentunya yang membuat saya tertarik adalah makan gratis yang enak nan bergizi, yang jarang saya konsumsi. Sebab paling banter sebagai anak kost saya makan telor dadar sama sayur kangkung, paling mentok ayam goreng yang kadang-kadang dagingnya keras seperti karet, sempat terpikir jangan-jangan itu ayam plastik, seperti halnya beras plastik yang sedang ramai dibicarakan, Memang aneh negeri ini, semuanya serba palsu..ada beras palsu, ijazah palsu, barang palsu, janji palsu, mungkin juga manusia palsu.

Ada hal yang menarik pada saat pembukaan acara, ternyata saya bertemu dengan senior saya ketika kuliah S2 di negeri Taiwan dahulu kala. Jadilah kami saling sapa dan ngobrol sembari mendengarkan presentasi dari beberapa delegasi. Lebih aneh lagi, saya ketemu mantan bos saya ketika saya bekerja diperusahan shipping line asal Taiwan, yakni evergreen Line shipping Agency. Namanya adalah Henry Yu, dia sepertinya tidak sanggup menatap saya karena malu mungkin dulu sudah menyia-nyiakan saya sebagai karyawan berbakat, dan akhirnya saya pun resign dari perusahaan itu karena mendapatkan posisi yang lebih baik.

Kembali ke judul artikel ini, yakni terasing di negeri sendiri. Mengapa terasing, karena hampir semua delegasi yang hadir adalah warga Taiwan, dan hanya beberapa orang lokal, termasuk saya sendiri. Warna kulit yang berbeda membuat saya terlihat kontras dengan peserta lainnya. Mungkin kalau hilang mudah dicari, karena warna kulitnya beda sendiri. Namun walaupun berbeda, sesama peserta saling menghargai dan menghormati. Perbedaan kulit tidak menjadi penghalang bagi kami untuk mengikuti acara yang agak membosankan itu.

Sekian dan terimakasih!




Tuesday, March 17, 2015

Panggilan dan Pilihan

Istilah panggilan atau dalam bahasa Inggris disebut calling, sering dihubungkan dalam dunia pekerjaan atau profesi. Orang yang memiliki panggilan biasanya memiliki passion atau hasrat atau keinginan yang kuat untuk bekerja, dan bekerja secara tulus dan ikhlas tanpa berpikir apa yang akan saya dapat dari pekerjaan ini. Bagi seseorang yang memiliki panggilan, biasanya akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan orang banyak. Beberapa profesi yang sering sekali dihubungkan dengan kata panggilan adalah guru, pemuka agama, pekerja sosial dll, karena pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak begitu bergengsi dan biasanya pendapatannya pun tidak seberapa jika dibandingkan dengan pekerjaan mereka yang begitu mulia. Dalam kamus bahasa Inggris online Oxford, calling di definisikan sebagai "a strong urge towards a particular way of life or career; a vocation: does who have a special calling to minister to others' need. Dari definisi diatas jelaslah bahwa seseorang yang memiliki panggilan dalam pekerjaannya lebih menitikberatkan pada kebutuhan orang lain (others' need). 


Setelah mengenal istilah panggilan, mari kita sama-sama mencari tahu apa makna pilihan. Pilihan sering kali dikaitkan dengan dua hal, biasanya kita membandingkan satu sama lain dan mencari yang terbaik diantara keduanya. Jika kita menghubungkan istilah pilihan dengan dunia pekerjaan, maka kecendrungannya adalah kita akan membandingkan dan mencari yang terbaik diantara dua hal yang di perbandingkan tersebut. Secara kamus, pilihan didefinisikan sebagai "an act of choosing between two or more posibilities: the choice between good and evil". Dari definisi itu jelaslah bahwa pilihan adalah mengenai membandingkan antara yang baik dan yang tidak baik/jahat (the choice between good and evil). Berikut adalah ilustrasi cerita untuk membedakan apa itu panggilan (calling) dan pilihan (choice).


Bang Togar adalah supir metro mini jurusan Blok M Danau Toba, Beliau sudah bekerja sebagai supir selama 10 tahun, soal mengemudi jangan ragukan kemampuan bang Togar, beda-beda tipis dengan Michael Shumacher atau Fellipe Massa pembala Formula One. Pada suatu ketika ketika dalam perjalanan dari Blok M menuju Danau Toba, ia bertemu dengan seorang direktur BUMN di Medan, sebut saja namanya Poltak. Singkat cerita Poltak menawari si Togar untuk bekerja sebagai kepala keamanan di perusahaan sang direktur tersebut, karena Poltak melihat Togar memiliki perawakan yang besar dan wajahnya yang lumayan sangar. Tanpa pikir panjang lalu Togar menerima tawaran sang direktur tersebut karena gajinya yang jauh lebih besar ketimbang menjadi supir yang cukup melelahkan, apalagi jaraknya yang lumayan jauh dari Blok M ke Danau Toba. Keputusan yang diambil Togar adalah keputusan berdasarkan pilihan mana yang lebih baik, beliau membandingkan untung rugi jika memilih menjadi kepala keamanan atau tetap menjadi supir metro mini - Inilah yang namanya pilihan.

Lain lagi dengan mbak Tukiyem, Tukiyem adalah seorang penjual jamu gendong yang biasa mangkal di pangkalan ojek di deket gang Buntu. Langganan Tukiyem adalah para tukang ojek yang biasa mangkal di gang buntu. Suatu ketika mampirlah seorang manager pabrik lampu petromak yang kebetulan lewat Gang buntu untuk naik ojek karena mobilnya sedang mogok. Manager pabrik ini sebut saja namanya Joni, tanpa disengaja Joni bertemu dengan Tukiyem dan akhirnya Joni pun membeli jamu nya Tukiyem. Diem-diem Joni sang manager pabrik lampu petromak ini tertarik dengan Tukiyem karena wajah Tukiyem lumayan manis serta badannya yang cukup semok. Lalu Joni pun menawari Tukiyem untuk alih profesi sebagai sekretaris Joni, sambil modus juga si Joni ini. Lalu Tukiyem dengan cepat menolak tawaran Si Joni ini dan berkata " Maaf pak, saya lebih suka jadi penjual jamu disini" Joni pun kaget karena baru kali ini ada yang menolak ditawari sebagai sekretaris manager pabrik lampu petromak, lalu Joni bertanya "Kenapa gak mau Yem?" Tukiyem berkata " Iya Jon, dengan menjual jamu ke Tukang Ojek saya berharap mereka ngojek nya tambah semangat dan akhirnya mereka bisa menafkahi keluarga mereka, jadi pahalanya akan besar dibandingkan jadi sekretaris bapak di perusahaan lampu petromak"- Keputusan Mbak Tukiyem adalah panggilan (calling), dimana ia lebih mempertimbangkan manfaat untuk orang lain dari pada mendapatkan materi semata.


Gambar: Kompas.com

Jika kita hubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari terutama di dunia pekerjaan, bekerja karena sebuah panggilan adalah jauh lebih baik dari pada karena pilihan. Kalau kita bekerja karena panggilan, apapun tantangan dan kesulitannya akan dihadapi dengan ikhlas dan hasilnya pun lebih maksimal. Mengapa? karena mereka bekerja dengan niat baik dari hati, dan mereka tidak akan mudah stress jika masalah datang.

Salam.




Wednesday, March 11, 2015

Langkah














Aku melangkah dengan mantap
Menyusuri setiap jalan yang gelap
Kadang hati merasa gagap
Melihat keadaan yang terlihat senyap

Tidak ada waktu untuk berhenti berjalan
Tidak ada waktu untuk menyesali keadaan
Teruslah berjalan teruslah melangkah
Walau hati berselimut sunyi dan senyap

Aku melangkah karena janjiMu dalam kitab
Aku melangkah karena penantianMu di ujung jalan
Aku pastikan langkah kakiku ke garis depan
Untuk sebuah piala yang Engkau sediakan bagi pemenang





Tuesday, February 3, 2015

American Sniper, Patriotisme dan Kemanusiaan

Baru saja saya menyaksikan sebuah film yang berjudul American Sniper, sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata seorang sniper yang dikirim ke Irak. Film ini sangat menarik menurut saya, karena ceritanya mengandung banyak pesan-pesan positif, seperti nilai-nilai patriotisme, kemanusiaan, kesetiakawanan, dan juga pengorbanan.

Chris Kyle, seorang pemuda yang terpanggil menjadi tentara angkatan laut Amerika, di kesatuan elit Navy Seal sebagai seorang sniper. Kisahnya dimulai ketika ia menyaksikan pemboman Kedutaan Besar Amerika di Nairobi, kenya pada tahun 1998, dari sini ia terpanggil untuk membantu negaranya memberantas teroris. Puncaknya ketika terjadi serangan 11 September 2001 di menara kembar WTC di Amerika Serikat.
sumber: Wikipedia.org

Setelah dilatih, Chris Kyle kemudian dikirim ke Irak untuk membantu negaranya mencari orang-orang yang dianggap bertanggung jawab terhadap serang 11 September tersebut. Chris Kyle adalah sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika, karena banyaknya korban yang ia bunuh pada saat bertugas di Irak. Berbagai pertempuran pun ia lewati, dan banyak rekan sesama anggota militer yang berhasil ia selamatkan dalam pertempuran di Irak.

Buat saya cerita ini menarik, karena Chris Kyle yang diperankan oleh Bradley Cooper terpanggil untuk menjadi tentara melihat banyaknya tentara dan orang Amerika yang menjadi korban terorisme. Bahkan ia rela meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil untuk berperang ke daerah perang di Irak. Sebuah tindakan yang mengorbankan kehidupan pribadinya demi membantu negaranya. Banyak aksi-aksi heroik yang dilakukan oleh Chris Kyle, ada satu cerita yang memperlihatkan ia dengan cekatan membantu tim nya yang sedang di serang oleh teroris. Tindakan yang sebenarnya bukan jobdesk nya, tapi ia lakukan demi membantu rekan sesama timnya. Dalam misinya, Chris Kyle akhirnya berhasil menuntaskan misinya di Irak, dan berhasil membunuh seorang sniper disebut sebagai Mustafa yang banyak membunuh rekan timnya sesama anggota Navy Seal. Sayangnya Chris Kyle tewas dibunuh oleh anggota veteran perang Amerika, sebuah kisah yang menurut saya antiklimaks. Tidak seperti film-film heroik yang biasanya, tokoh utama dalam film American Sniper ini pada akhirnya tewas dan ini merupakan kisah sesungguhnya dari wafat nya Almarhum Chris Kyle.

Ada nilai-nilai yang patut ditiru di dalam film ini menurut saya, diantaranya bagaimana sebuah pekerjaan jika dilakukan dengan keinginan yang baik, saya lebih senang menyebutnya panggilan, maka hasilnya pun akan baik pula. Kisah ini tidak berfokus pada ending story yang menyenangkan, namun pada proses, dimana Chris Kyle begitu berniat untuk bekerja semaksimal mungkin membantu negaranya dalam peperangan di Irak, serta andil nya yang sangat besar untuk timnya. Nilai lainnya adalah pengorbanan, dimana ia rela meninggalkan keluarganya demi membantu negaranya.

Dalam kehidupan nyata, bila kita bekerja secara ikhlas dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik pula. Ada kalimat menarik dalam percakapan film ini, yakni ketahuilah siapa anda, supaya anda tahu untuk apa anda dilahirkan. Sangat inspiratif menurut saya.

Salam.


Monday, January 19, 2015

Dari Apartemen, Kembali ke Kost2an..


Tidak terbayangkan bagi saya memiliki pengalaman untuk tinggal di apartemen mewah di Jakarta, ya itulah yang saya alami ketika saya tinggal di apartemen milik teman saya di pusat kota Jakarta -Rasuna Said. Ceritanya begini, ketika itu saya ingin mencari kost2an yang dekat tempat saya bekerja di daerah kuningan Barat. Cari punya cari, ternyata gak dapet-dapet kost2an yang cocok baik dari segi kantong, maupun kenyamanan. Sekalinya dapet yang cocok, atapnya bocor pula..akhirnya batal ngekost di tempat itu. 

Entah mengapa setiap nyari kost2an, yang punya selalu bilang "lagi gak ada yang kosong..." apa mungkin tampang saya tampang bakal nunggak kos2an, sehingga mereka pada bilang begitu..hanya Tuhan yang tahu. Pastinya semua gang, jalan sempit, lorong-lorong kecil sudah saya telusuri tetapi hasilnya nihil. Mungkin seperti Pak Jokowi blusukan, hanya saja saya gak sampai ke gorong-gorong untuk mencari kost-kostan. 

Memang benar pepatah yang mengatakan, kalau kita berusaha pasti ada jalan. Di saat hampir putus asa dalam mencari kost-kostan, tiba-tiba teman saya menawarkan apartemen ke saya dengan syarat dan ketentuan berlaku -mirip iklan yang ada jebakan Batman nya-, syarat nya adalah harus siap pindah ketika ada yang ingin menyewa apartemen itu. Maklum saya hanya membayar seharga kost-kostan, dengan kualitas apartemen yang mewah.

Akhirnya saya Deal dengan teman saya, saya pun begitu gembira karena bisa merasakan tinggal di apartemen dengan harga kost-kostan walaupun terbayang syarat dan ketentuan berlaku nya yang mengerikan itu. Saya pun tinggal di apartemen tersebut hampir sekitar 6 bulan. Memang enak tinggal di apartemen, setiap turun ke bawah, satpam selalu hormat, dengan mengatakan "selamat pagi/malam pak". Saya bak bos besar yang punya apartemen mewah, yang selalu di hormati pada saat keluar dan masuk apartemen.

Singkat cerita, hari yang ditakuti itu pun datang juga. Teman saya mengatakan bahwa akan ada penyewa baru yang akan menghuni apartemen tersebut, mendengar kata-katanya itu saya bak disambar petir di siang bolong.  Saya pun pura-pura menjawab santai saja, dan berpura pura tidak kecewa dan mengatakan "Ok, gak masalah, memang pada akhirnya pasti ada yang menyewa kan", padahal dalam hati saya berkata, "kampret, keluar juga gw dari tempat yang enak ini.."

Akhirnya saya pun kembali ke habitat semula, yaitu kost-kostan berukuran 3X4 meter yang tidak begitu jauh dari kantor tempat saya bekerja. Hari pertama tinggal di kost-kostan, saya meriang, mencret, dan sakit kepala. Maklum saja, tadinya yang tinggal di apartemen, tiba-tiba tinggal di kost-kostan sempit..Sakitnya Tuh Disini..."
Hari demi hari saya pun berjuang untuk menyesuaikan diri di kost-kostan tersebut, Akhirnya sekitar seminggu saya baru bisa menerima keadaan yang memilukan ini, seraya berkata dalam hati" mudah-mudahan saya bisa punya apartemen suatu saat nanti..Aminnnn....!
Sesudah tinggal dua bulan di kost-kostan, akhirnya saya baru benar-benar bisa tinggal dengan nyaman di kost-kostan ini, dan mendapatkan hikmah dari peristiwa ini, yakni yang penting adalah bukan seberapa besar tempat tinggal yang kita huni, tetapi seberapa nyaman tempat tinggal itu..*seraya mengelus dada dan mencoba menerima keadaan ini.

Sekian cerita saya, semoga bermanfaat.

Salam,




Tuesday, December 2, 2014

Indonesia Investment Conference 2014

Pada tanggal 26 November 2014, saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri seminar kelas dunia yang di hadiri berbagai delegasi dari berbagai negara. Acara in sedianya dihadiri oleh presiden jokowi, dan juga beberapa mentri nya. Namun sayang, presiden yang saya tunggu-tunggu batal datang, untungnya beberapa menteri Presiden Jokowi hadir sehingga cukup mengobati kekecewaan saya saat itu. Beberapa menteri yang hadir diantaranya, Menko Perekonomian, Bapak Sofyan Djalil, Mentri Keuangan, Bapak Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, serta Gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus Martowardojo. Masih banyak pembicara lainnya yang cukup menambah pengetahuan saya, terutama di bidang Investasi. Oh Iya, selain menambah pengetahuan, forum ini juga cukup membuat saya bahagia, kenapa? karena banyak makanan super lezat yang disediakan pada saat makan siang dan coffee break, lumayanlah, ada perbaikan gizi..biasanya makan telor dadar, dan sayur asem serta sebangsanya, jadi bisa makan makanan ala barat yang nama2nya jarang saya dengar dan tidak perduli apapun namanya..asal enak, langsung sikat..hahaha

Inti dari acara ini adalah, bagaimana Indonesia harus memaksimalkan potensi yang ada untuk mengundang Investor ke Indonesia. Mamaksimalkan potensi di sini adalah bagaimana indonesia bisa mempermudah regulasi, memberikan insentif ke pada para investor untuk kepentingan rakyat Indonesia. Saya pribadi berpendapat bahwa investasi adalah faktor penting dan salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat. Dengan investasi, lapangan kerja terbuka dan tentunya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia pun akan meningkat. Tentunya Investasi asing yang masuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, namun dipergunakan secara bijak dengan memperhatikan kelestariannya dan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya.
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian (Dok Pri)

Ada istilah menarik yang saya dengar dari forum investasi ini, istilah tersebut adalah Jokonomics. Apa itu Jokonomics? menurut nara sumber terpercaya, Jokonomics maksudnya adalah ekonomi kerakyatan, sesuai dengan image Pak Jokowi yg sederhana, merakyat, dan  down to earth. Ya, ekonomi yang memihak rakyat, terutama rakyat kecil...walaupun istilah ini juga masih harus di buktikan oleh beliau dalam pemerintahannya yang sedang berjalan..sesuai dengan moto kabinet beliau yakni kerja, kerja, dan kerja.

Akhir kata, semoga semua konsep-konsep yang selalu di utarakan di forum-forum yang terlihat indah, tidak hanya berhenti hanya di atas forum, namun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia yang menurut saya sampai saat ini masih hidup GGD..alias gitu gitu doang...

Salam!


Solo, 2 Desember 14

Tuesday, August 5, 2014

Iblis Tidak Pernah Putus Asa

Salah satu sifat iblis yg patut dicontoh kita sebagai manusia adalah sifatnya yang tidak pernah putus asa untuk menjerumuskan manusia. Ya, itulah satu-satunya sifat iblis yang bisa kita contoh, selebihnya adalah hal yang menyesatkan. Iblis tidak pernah berhenti dengan menggoda manusia, di manapun kita berada, di gereja, di masjid, di rumah ya dimana mana dia selalu menggoda manusia. Hari ini gagal, besok ia akan datang kembali. Iblis akan terus menggoda sampai kita benar-benar jatuh kedalam dosa, dan binasa.
Iblis pandai memainkan teori konspirasi, terlihat menurut kita baik dan menyenangkan, tetapi akhirnya mengikat kita dan menjadi sebuah dosa. Contoh, kita sering menghadapi stress dengan cara meminum alkohol, pergi ke club malam, bahkan dengan narkoba. Semua itu terlihat baik dimata kita, tapi pada akhirnya semua itu membuat kita menjadi terikat dan tidak bisa lepas dengan hal-hal itu, itulah tipu daya iblis.

Tugas uama dari iblis adalah membuat manusia mabuk, ya mabuk dengan pesta pora dan kenikmatan dunia ini. Iblis akan membuat kita mabuk sampai kita benar-benar tersadar bahwa kita sudah terlambat untuk memperbaiki hidup. Iblis akan berusaha membuat kita mabuk dan lupa akan hari Tuhan yang akan datang dengan tiba-tiba, datang dengan tiba-tiba seperti jerat dimalam hari,

Jika iblis tidak pernah putus asa menggoda kita, maka kita juga tidak boleh putus asa untuk berjalan di jalan Tuhan. Maka Tuhan akan memberi belas kasihannya dengan menolong kita melawan tipu daya iblis. Jatuh kedalam dosa, bukan berarti kiamat. Tetap berjuang melawan Iblis, lawanlah iblis maka iblis akan lari dari hadapan kita.

Pagi ini entah mengapa aku menulis tulisan tentang iblis, tanpa inspirasi dan mengalir begitu saja. Apapun itu, tulisan ini bukan untuk pencitraan diri, tetapi sebagai pengingat untuk diri sendiri agar tetap waspada dengan tipu daya si Iblis.
Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.

Salam.

Saturday, August 2, 2014

Sayonara Kost-kostan Cilandak...


Hampir setahun aku tinggal di kost-kostan ini, suka duka, tangis tawa, kulalui ditempat ini. Ditempat inilah aku pernah menangis memikirkan wanita, tertawa, bercerita hingga larut malam dengan kekasihku (mantan kekasih maksudnya..hiks..). Ada perasaan haru, karena perjuangan menghadapi hidup ini kulalui sebagian ditempat ini. Pergi meninggalkan tempat ini berarti meninggalkan semua masa lalu, ya masa lalu...namun kenangannya takkan pernah hilang sampai kapanpun

Banjarsari 12 nomer 29...itulah nama tempatnya, ditempat ini aku berjuang menghadapi kehidupan, jatuh bangun menjadi bagian yang tak terpisahkan. Siklus kehidupan yang terkadang pahit, namun banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari semua nya.
Selamat tinggal kost2an,,, kenanganmu takkan pernah terlupakan...
Sayonara....!

Ditulis beberapa jam sebelum meninggalkan kost2an...
jakarta 2 Agustus 2014

Salam..




Sunday, July 27, 2014

Perbincangan Antara Ahli Keuangan dan Petani


Saya membaca kisah seorang ahli keuangan dan petani dari sebuah tulisan dari novelis Brazil, yaitu Palo Coelho. Kira-kira begini ceritanya.

Pada suatu hari seorang ahli keuangan pergi ke sebuah desa dan bertemu dengan seorang petani. Ahli keuangan ini melihat sang petani sedang memancing dan menghasilkan banyak ikan dari hasil tangkapannya itu.

Ahli Keuangan: hasil tangkapan bapak banyak sekali, tapi menurut saya itu tidak cukup untuk modal di hari tua bapak nanti. Bagaimana jika bapak pergi ke kota, bekerja, dan hasilnya anda tabung. Jika sudah banyak, anda bisa menggunakan jasa ahli keuangan untuk menginvestasikan tabungan bapak. Jika investasi bapak berhasil, maka anda akan jadi orang kaya di hari tua bapak, dan pada akhirnya anda tidak perlu bekerja dan anda bisa berlibur disebuah pulau, dan memancing di sebuah danau yang tenang.

Petani: Itulah yang saya kerjakan sekarang, mengapa saya harus bersusah payah dan menunggu bertahun tahun hingga hari tua saya..?



*Cerita ini bisa bermacam macam makna, tapi pesan yang saya tangkap adalah orang begitu rumit untuk mengejar kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan berbeda beda dari setiap orang, kita bisa menciptakan kebahagiaan sekarang juga. Hal-hal sederhana bisa menjadi kebahagiaan bagi kita, tidak perlu memikirkan yang belum ada. Nikmatilah dan sukurilah yang ada, sambil menatap kebahagiaan yang lain dengan sabar dan berdoa.

Salam,

Ditulis pada waktu malam takbiran di Kranggan, Bekasi (27 Juli 2014)