Wednesday, March 11, 2015
Langkah
Aku melangkah dengan mantap
Menyusuri setiap jalan yang gelap
Kadang hati merasa gagap
Melihat keadaan yang terlihat senyap
Tidak ada waktu untuk berhenti berjalan
Tidak ada waktu untuk menyesali keadaan
Teruslah berjalan teruslah melangkah
Walau hati berselimut sunyi dan senyap
Aku melangkah karena janjiMu dalam kitab
Aku melangkah karena penantianMu di ujung jalan
Aku pastikan langkah kakiku ke garis depan
Untuk sebuah piala yang Engkau sediakan bagi pemenang
Tuesday, February 3, 2015
American Sniper, Patriotisme dan Kemanusiaan
Baru saja saya menyaksikan sebuah film yang berjudul American Sniper, sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata seorang sniper yang dikirim ke Irak. Film ini sangat menarik menurut saya, karena ceritanya mengandung banyak pesan-pesan positif, seperti nilai-nilai patriotisme, kemanusiaan, kesetiakawanan, dan juga pengorbanan.
Chris Kyle, seorang pemuda yang terpanggil menjadi tentara angkatan laut Amerika, di kesatuan elit Navy Seal sebagai seorang sniper. Kisahnya dimulai ketika ia menyaksikan pemboman Kedutaan Besar Amerika di Nairobi, kenya pada tahun 1998, dari sini ia terpanggil untuk membantu negaranya memberantas teroris. Puncaknya ketika terjadi serangan 11 September 2001 di menara kembar WTC di Amerika Serikat.
Setelah dilatih, Chris Kyle kemudian dikirim ke Irak untuk membantu negaranya mencari orang-orang yang dianggap bertanggung jawab terhadap serang 11 September tersebut. Chris Kyle adalah sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika, karena banyaknya korban yang ia bunuh pada saat bertugas di Irak. Berbagai pertempuran pun ia lewati, dan banyak rekan sesama anggota militer yang berhasil ia selamatkan dalam pertempuran di Irak.
Buat saya cerita ini menarik, karena Chris Kyle yang diperankan oleh Bradley Cooper terpanggil untuk menjadi tentara melihat banyaknya tentara dan orang Amerika yang menjadi korban terorisme. Bahkan ia rela meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil untuk berperang ke daerah perang di Irak. Sebuah tindakan yang mengorbankan kehidupan pribadinya demi membantu negaranya. Banyak aksi-aksi heroik yang dilakukan oleh Chris Kyle, ada satu cerita yang memperlihatkan ia dengan cekatan membantu tim nya yang sedang di serang oleh teroris. Tindakan yang sebenarnya bukan jobdesk nya, tapi ia lakukan demi membantu rekan sesama timnya. Dalam misinya, Chris Kyle akhirnya berhasil menuntaskan misinya di Irak, dan berhasil membunuh seorang sniper disebut sebagai Mustafa yang banyak membunuh rekan timnya sesama anggota Navy Seal. Sayangnya Chris Kyle tewas dibunuh oleh anggota veteran perang Amerika, sebuah kisah yang menurut saya antiklimaks. Tidak seperti film-film heroik yang biasanya, tokoh utama dalam film American Sniper ini pada akhirnya tewas dan ini merupakan kisah sesungguhnya dari wafat nya Almarhum Chris Kyle.
Ada nilai-nilai yang patut ditiru di dalam film ini menurut saya, diantaranya bagaimana sebuah pekerjaan jika dilakukan dengan keinginan yang baik, saya lebih senang menyebutnya panggilan, maka hasilnya pun akan baik pula. Kisah ini tidak berfokus pada ending story yang menyenangkan, namun pada proses, dimana Chris Kyle begitu berniat untuk bekerja semaksimal mungkin membantu negaranya dalam peperangan di Irak, serta andil nya yang sangat besar untuk timnya. Nilai lainnya adalah pengorbanan, dimana ia rela meninggalkan keluarganya demi membantu negaranya.
Dalam kehidupan nyata, bila kita bekerja secara ikhlas dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik pula. Ada kalimat menarik dalam percakapan film ini, yakni ketahuilah siapa anda, supaya anda tahu untuk apa anda dilahirkan. Sangat inspiratif menurut saya.
Salam.
Chris Kyle, seorang pemuda yang terpanggil menjadi tentara angkatan laut Amerika, di kesatuan elit Navy Seal sebagai seorang sniper. Kisahnya dimulai ketika ia menyaksikan pemboman Kedutaan Besar Amerika di Nairobi, kenya pada tahun 1998, dari sini ia terpanggil untuk membantu negaranya memberantas teroris. Puncaknya ketika terjadi serangan 11 September 2001 di menara kembar WTC di Amerika Serikat.
| sumber: Wikipedia.org |
Setelah dilatih, Chris Kyle kemudian dikirim ke Irak untuk membantu negaranya mencari orang-orang yang dianggap bertanggung jawab terhadap serang 11 September tersebut. Chris Kyle adalah sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika, karena banyaknya korban yang ia bunuh pada saat bertugas di Irak. Berbagai pertempuran pun ia lewati, dan banyak rekan sesama anggota militer yang berhasil ia selamatkan dalam pertempuran di Irak.
Buat saya cerita ini menarik, karena Chris Kyle yang diperankan oleh Bradley Cooper terpanggil untuk menjadi tentara melihat banyaknya tentara dan orang Amerika yang menjadi korban terorisme. Bahkan ia rela meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil untuk berperang ke daerah perang di Irak. Sebuah tindakan yang mengorbankan kehidupan pribadinya demi membantu negaranya. Banyak aksi-aksi heroik yang dilakukan oleh Chris Kyle, ada satu cerita yang memperlihatkan ia dengan cekatan membantu tim nya yang sedang di serang oleh teroris. Tindakan yang sebenarnya bukan jobdesk nya, tapi ia lakukan demi membantu rekan sesama timnya. Dalam misinya, Chris Kyle akhirnya berhasil menuntaskan misinya di Irak, dan berhasil membunuh seorang sniper disebut sebagai Mustafa yang banyak membunuh rekan timnya sesama anggota Navy Seal. Sayangnya Chris Kyle tewas dibunuh oleh anggota veteran perang Amerika, sebuah kisah yang menurut saya antiklimaks. Tidak seperti film-film heroik yang biasanya, tokoh utama dalam film American Sniper ini pada akhirnya tewas dan ini merupakan kisah sesungguhnya dari wafat nya Almarhum Chris Kyle.
Ada nilai-nilai yang patut ditiru di dalam film ini menurut saya, diantaranya bagaimana sebuah pekerjaan jika dilakukan dengan keinginan yang baik, saya lebih senang menyebutnya panggilan, maka hasilnya pun akan baik pula. Kisah ini tidak berfokus pada ending story yang menyenangkan, namun pada proses, dimana Chris Kyle begitu berniat untuk bekerja semaksimal mungkin membantu negaranya dalam peperangan di Irak, serta andil nya yang sangat besar untuk timnya. Nilai lainnya adalah pengorbanan, dimana ia rela meninggalkan keluarganya demi membantu negaranya.
Dalam kehidupan nyata, bila kita bekerja secara ikhlas dengan niat yang baik, maka hasilnya pun akan baik pula. Ada kalimat menarik dalam percakapan film ini, yakni ketahuilah siapa anda, supaya anda tahu untuk apa anda dilahirkan. Sangat inspiratif menurut saya.
Salam.
Monday, January 19, 2015
Dari Apartemen, Kembali ke Kost2an..
Tidak terbayangkan bagi saya memiliki pengalaman untuk tinggal di apartemen mewah di Jakarta, ya itulah yang saya alami ketika saya tinggal di apartemen milik teman saya di pusat kota Jakarta -Rasuna Said. Ceritanya begini, ketika itu saya ingin mencari kost2an yang dekat tempat saya bekerja di daerah kuningan Barat. Cari punya cari, ternyata gak dapet-dapet kost2an yang cocok baik dari segi kantong, maupun kenyamanan. Sekalinya dapet yang cocok, atapnya bocor pula..akhirnya batal ngekost di tempat itu.
Entah mengapa setiap nyari kost2an, yang punya selalu bilang "lagi gak ada yang kosong..." apa mungkin tampang saya tampang bakal nunggak kos2an, sehingga mereka pada bilang begitu..hanya Tuhan yang tahu. Pastinya semua gang, jalan sempit, lorong-lorong kecil sudah saya telusuri tetapi hasilnya nihil. Mungkin seperti Pak Jokowi blusukan, hanya saja saya gak sampai ke gorong-gorong untuk mencari kost-kostan.
Memang benar pepatah yang mengatakan, kalau kita berusaha pasti ada jalan. Di saat hampir putus asa dalam mencari kost-kostan, tiba-tiba teman saya menawarkan apartemen ke saya dengan syarat dan ketentuan berlaku -mirip iklan yang ada jebakan Batman nya-, syarat nya adalah harus siap pindah ketika ada yang ingin menyewa apartemen itu. Maklum saya hanya membayar seharga kost-kostan, dengan kualitas apartemen yang mewah.
Akhirnya saya Deal dengan teman saya, saya pun begitu gembira karena bisa merasakan tinggal di apartemen dengan harga kost-kostan walaupun terbayang syarat dan ketentuan berlaku nya yang mengerikan itu. Saya pun tinggal di apartemen tersebut hampir sekitar 6 bulan. Memang enak tinggal di apartemen, setiap turun ke bawah, satpam selalu hormat, dengan mengatakan "selamat pagi/malam pak". Saya bak bos besar yang punya apartemen mewah, yang selalu di hormati pada saat keluar dan masuk apartemen.
Singkat cerita, hari yang ditakuti itu pun datang juga. Teman saya mengatakan bahwa akan ada penyewa baru yang akan menghuni apartemen tersebut, mendengar kata-katanya itu saya bak disambar petir di siang bolong. Saya pun pura-pura menjawab santai saja, dan berpura pura tidak kecewa dan mengatakan "Ok, gak masalah, memang pada akhirnya pasti ada yang menyewa kan", padahal dalam hati saya berkata, "kampret, keluar juga gw dari tempat yang enak ini.."
Akhirnya saya pun kembali ke habitat semula, yaitu kost-kostan berukuran 3X4 meter yang tidak begitu jauh dari kantor tempat saya bekerja. Hari pertama tinggal di kost-kostan, saya meriang, mencret, dan sakit kepala. Maklum saja, tadinya yang tinggal di apartemen, tiba-tiba tinggal di kost-kostan sempit..Sakitnya Tuh Disini..."
Hari demi hari saya pun berjuang untuk menyesuaikan diri di kost-kostan tersebut, Akhirnya sekitar seminggu saya baru bisa menerima keadaan yang memilukan ini, seraya berkata dalam hati" mudah-mudahan saya bisa punya apartemen suatu saat nanti..Aminnnn....!
Sesudah tinggal dua bulan di kost-kostan, akhirnya saya baru benar-benar bisa tinggal dengan nyaman di kost-kostan ini, dan mendapatkan hikmah dari peristiwa ini, yakni yang penting adalah bukan seberapa besar tempat tinggal yang kita huni, tetapi seberapa nyaman tempat tinggal itu..*seraya mengelus dada dan mencoba menerima keadaan ini.
Sekian cerita saya, semoga bermanfaat.
Salam,
Tuesday, December 2, 2014
Indonesia Investment Conference 2014
Pada tanggal 26 November 2014, saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri seminar kelas dunia yang di hadiri berbagai delegasi dari berbagai negara. Acara in sedianya dihadiri oleh presiden jokowi, dan juga beberapa mentri nya. Namun sayang, presiden yang saya tunggu-tunggu batal datang, untungnya beberapa menteri Presiden Jokowi hadir sehingga cukup mengobati kekecewaan saya saat itu. Beberapa menteri yang hadir diantaranya, Menko Perekonomian, Bapak Sofyan Djalil, Mentri Keuangan, Bapak Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, serta Gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus Martowardojo. Masih banyak pembicara lainnya yang cukup menambah pengetahuan saya, terutama di bidang Investasi. Oh Iya, selain menambah pengetahuan, forum ini juga cukup membuat saya bahagia, kenapa? karena banyak makanan super lezat yang disediakan pada saat makan siang dan coffee break, lumayanlah, ada perbaikan gizi..biasanya makan telor dadar, dan sayur asem serta sebangsanya, jadi bisa makan makanan ala barat yang nama2nya jarang saya dengar dan tidak perduli apapun namanya..asal enak, langsung sikat..hahaha
Inti dari acara ini adalah, bagaimana Indonesia harus memaksimalkan potensi yang ada untuk mengundang Investor ke Indonesia. Mamaksimalkan potensi di sini adalah bagaimana indonesia bisa mempermudah regulasi, memberikan insentif ke pada para investor untuk kepentingan rakyat Indonesia. Saya pribadi berpendapat bahwa investasi adalah faktor penting dan salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat. Dengan investasi, lapangan kerja terbuka dan tentunya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia pun akan meningkat. Tentunya Investasi asing yang masuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, namun dipergunakan secara bijak dengan memperhatikan kelestariannya dan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya.
Ada istilah menarik yang saya dengar dari forum investasi ini, istilah tersebut adalah Jokonomics. Apa itu Jokonomics? menurut nara sumber terpercaya, Jokonomics maksudnya adalah ekonomi kerakyatan, sesuai dengan image Pak Jokowi yg sederhana, merakyat, dan down to earth. Ya, ekonomi yang memihak rakyat, terutama rakyat kecil...walaupun istilah ini juga masih harus di buktikan oleh beliau dalam pemerintahannya yang sedang berjalan..sesuai dengan moto kabinet beliau yakni kerja, kerja, dan kerja.
Akhir kata, semoga semua konsep-konsep yang selalu di utarakan di forum-forum yang terlihat indah, tidak hanya berhenti hanya di atas forum, namun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia yang menurut saya sampai saat ini masih hidup GGD..alias gitu gitu doang...
Salam!
Solo, 2 Desember 14
Inti dari acara ini adalah, bagaimana Indonesia harus memaksimalkan potensi yang ada untuk mengundang Investor ke Indonesia. Mamaksimalkan potensi di sini adalah bagaimana indonesia bisa mempermudah regulasi, memberikan insentif ke pada para investor untuk kepentingan rakyat Indonesia. Saya pribadi berpendapat bahwa investasi adalah faktor penting dan salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat. Dengan investasi, lapangan kerja terbuka dan tentunya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia pun akan meningkat. Tentunya Investasi asing yang masuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, namun dipergunakan secara bijak dengan memperhatikan kelestariannya dan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya.
![]() |
| Sofyan Djalil, Menko Perekonomian (Dok Pri) |
Ada istilah menarik yang saya dengar dari forum investasi ini, istilah tersebut adalah Jokonomics. Apa itu Jokonomics? menurut nara sumber terpercaya, Jokonomics maksudnya adalah ekonomi kerakyatan, sesuai dengan image Pak Jokowi yg sederhana, merakyat, dan down to earth. Ya, ekonomi yang memihak rakyat, terutama rakyat kecil...walaupun istilah ini juga masih harus di buktikan oleh beliau dalam pemerintahannya yang sedang berjalan..sesuai dengan moto kabinet beliau yakni kerja, kerja, dan kerja.
Akhir kata, semoga semua konsep-konsep yang selalu di utarakan di forum-forum yang terlihat indah, tidak hanya berhenti hanya di atas forum, namun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia yang menurut saya sampai saat ini masih hidup GGD..alias gitu gitu doang...
Salam!
Solo, 2 Desember 14
Tuesday, August 5, 2014
Iblis Tidak Pernah Putus Asa
Salah satu sifat iblis yg patut dicontoh kita sebagai manusia adalah sifatnya yang tidak pernah putus asa untuk menjerumuskan manusia. Ya, itulah satu-satunya sifat iblis yang bisa kita contoh, selebihnya adalah hal yang menyesatkan. Iblis tidak pernah berhenti dengan menggoda manusia, di manapun kita berada, di gereja, di masjid, di rumah ya dimana mana dia selalu menggoda manusia. Hari ini gagal, besok ia akan datang kembali. Iblis akan terus menggoda sampai kita benar-benar jatuh kedalam dosa, dan binasa.
Iblis pandai memainkan teori konspirasi, terlihat menurut kita baik dan menyenangkan, tetapi akhirnya mengikat kita dan menjadi sebuah dosa. Contoh, kita sering menghadapi stress dengan cara meminum alkohol, pergi ke club malam, bahkan dengan narkoba. Semua itu terlihat baik dimata kita, tapi pada akhirnya semua itu membuat kita menjadi terikat dan tidak bisa lepas dengan hal-hal itu, itulah tipu daya iblis.
Tugas uama dari iblis adalah membuat manusia mabuk, ya mabuk dengan pesta pora dan kenikmatan dunia ini. Iblis akan membuat kita mabuk sampai kita benar-benar tersadar bahwa kita sudah terlambat untuk memperbaiki hidup. Iblis akan berusaha membuat kita mabuk dan lupa akan hari Tuhan yang akan datang dengan tiba-tiba, datang dengan tiba-tiba seperti jerat dimalam hari,
Jika iblis tidak pernah putus asa menggoda kita, maka kita juga tidak boleh putus asa untuk berjalan di jalan Tuhan. Maka Tuhan akan memberi belas kasihannya dengan menolong kita melawan tipu daya iblis. Jatuh kedalam dosa, bukan berarti kiamat. Tetap berjuang melawan Iblis, lawanlah iblis maka iblis akan lari dari hadapan kita.
Pagi ini entah mengapa aku menulis tulisan tentang iblis, tanpa inspirasi dan mengalir begitu saja. Apapun itu, tulisan ini bukan untuk pencitraan diri, tetapi sebagai pengingat untuk diri sendiri agar tetap waspada dengan tipu daya si Iblis.
Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.
Salam.
Iblis pandai memainkan teori konspirasi, terlihat menurut kita baik dan menyenangkan, tetapi akhirnya mengikat kita dan menjadi sebuah dosa. Contoh, kita sering menghadapi stress dengan cara meminum alkohol, pergi ke club malam, bahkan dengan narkoba. Semua itu terlihat baik dimata kita, tapi pada akhirnya semua itu membuat kita menjadi terikat dan tidak bisa lepas dengan hal-hal itu, itulah tipu daya iblis.
Tugas uama dari iblis adalah membuat manusia mabuk, ya mabuk dengan pesta pora dan kenikmatan dunia ini. Iblis akan membuat kita mabuk sampai kita benar-benar tersadar bahwa kita sudah terlambat untuk memperbaiki hidup. Iblis akan berusaha membuat kita mabuk dan lupa akan hari Tuhan yang akan datang dengan tiba-tiba, datang dengan tiba-tiba seperti jerat dimalam hari,
Jika iblis tidak pernah putus asa menggoda kita, maka kita juga tidak boleh putus asa untuk berjalan di jalan Tuhan. Maka Tuhan akan memberi belas kasihannya dengan menolong kita melawan tipu daya iblis. Jatuh kedalam dosa, bukan berarti kiamat. Tetap berjuang melawan Iblis, lawanlah iblis maka iblis akan lari dari hadapan kita.
Pagi ini entah mengapa aku menulis tulisan tentang iblis, tanpa inspirasi dan mengalir begitu saja. Apapun itu, tulisan ini bukan untuk pencitraan diri, tetapi sebagai pengingat untuk diri sendiri agar tetap waspada dengan tipu daya si Iblis.
Semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.
Salam.
Saturday, August 2, 2014
Sayonara Kost-kostan Cilandak...
Hampir setahun aku tinggal di kost-kostan ini, suka duka, tangis tawa, kulalui ditempat ini. Ditempat inilah aku pernah menangis memikirkan wanita, tertawa, bercerita hingga larut malam dengan kekasihku (mantan kekasih maksudnya..hiks..). Ada perasaan haru, karena perjuangan menghadapi hidup ini kulalui sebagian ditempat ini. Pergi meninggalkan tempat ini berarti meninggalkan semua masa lalu, ya masa lalu...namun kenangannya takkan pernah hilang sampai kapanpun
Banjarsari 12 nomer 29...itulah nama tempatnya, ditempat ini aku berjuang menghadapi kehidupan, jatuh bangun menjadi bagian yang tak terpisahkan. Siklus kehidupan yang terkadang pahit, namun banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari semua nya.
Selamat tinggal kost2an,,, kenanganmu takkan pernah terlupakan...
Sayonara....!
Ditulis beberapa jam sebelum meninggalkan kost2an...
jakarta 2 Agustus 2014
Salam..
Sunday, July 27, 2014
Perbincangan Antara Ahli Keuangan dan Petani
Saya membaca kisah seorang ahli keuangan dan petani dari sebuah tulisan dari novelis Brazil, yaitu Palo Coelho. Kira-kira begini ceritanya.
Pada suatu hari seorang ahli keuangan pergi ke sebuah desa dan bertemu dengan seorang petani. Ahli keuangan ini melihat sang petani sedang memancing dan menghasilkan banyak ikan dari hasil tangkapannya itu.
Ahli Keuangan: hasil tangkapan bapak banyak sekali, tapi menurut saya itu tidak cukup untuk modal di hari tua bapak nanti. Bagaimana jika bapak pergi ke kota, bekerja, dan hasilnya anda tabung. Jika sudah banyak, anda bisa menggunakan jasa ahli keuangan untuk menginvestasikan tabungan bapak. Jika investasi bapak berhasil, maka anda akan jadi orang kaya di hari tua bapak, dan pada akhirnya anda tidak perlu bekerja dan anda bisa berlibur disebuah pulau, dan memancing di sebuah danau yang tenang.
Petani: Itulah yang saya kerjakan sekarang, mengapa saya harus bersusah payah dan menunggu bertahun tahun hingga hari tua saya..?
*Cerita ini bisa bermacam macam makna, tapi pesan yang saya tangkap adalah orang begitu rumit untuk mengejar kebahagiaan. Ukuran kebahagiaan berbeda beda dari setiap orang, kita bisa menciptakan kebahagiaan sekarang juga. Hal-hal sederhana bisa menjadi kebahagiaan bagi kita, tidak perlu memikirkan yang belum ada. Nikmatilah dan sukurilah yang ada, sambil menatap kebahagiaan yang lain dengan sabar dan berdoa.
Salam,
Ditulis pada waktu malam takbiran di Kranggan, Bekasi (27 Juli 2014)
Wednesday, May 7, 2014
Kunjungan Singkat ke Taiwan
Hampir tiga tahun lalu tepatnya Agustus 2011, saya meninggalkan Taiwan. Saya mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan Master di bidang bisnis administrasi kala itu dengan beasiswa penuh dari Southern Taiwan University of Technology, dan saya berhasil lulus kurang lebih dua tahun lamanya. Buat saya, Taiwan adalah sebuah kenangan karena berada di negara asing dengan penduduk yang berbeda budaya, serta perjuangan saya yang tidak mudah untuk menyelesaikan gelar Master dan juga bertahan hidup di negara itu. Perjuangan dari mulai belajar keras untuk mengikuti seluruh proses perkuliahan, penyusunan thesis yang tentu saja tidak mudah, sampai dengan bagaimana bertahan hidup dengan uang saku yang diberikan universitas kala itu. Tahun ke dua, yakni 2010, saya ikut bekerja di kafetaria kampus, hanya sekedar untuk menambah uang saku kala itu. Manis, asam, asin, itulah gambaran yang saya alami selama dua tahun di negeri Taiwan kala itu. Semuanya itu adalah kenangan yang tak bisa terlupakan sampai kapan pun juga.
Setelah sekian lama saya meninggalkan Taiwan, akhirnya saya kembali dapat berkunjung ke negeri itu. Kali ini saya berkunjung ke Taiwan bukan dalam rangka belajar, tetapi dalam rangka training atau pelatihan dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini, yakni Chunghwa Telecom. Perasaan campur aduk, seraya bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan kembali datang ke Taiwan. Salah satu yang membuat saya rindu dengan Taiwan adalah keteraturan yang begitu luar biasa, baik sistem transportasi, maupun prilaku manusianya yang cukup tertib dan filosopi hidup mereka. Jika dibandingkan dengan Indonesia, maka sangat jauh bedanya dengan Taiwan, tanpa mengurangi rasa hormat dan kagum saya terhadap tanah air tercinta ini yang kaya akan sumber daya alam dan budaya nya, tapi masyarakatnya tetap saja masih banyak yang miskin.
Saya berkunjung ke Taiwan selama tujuh hari, tiga hari dalam rangka training, dan sisanya jalan-jalan ke tempat yang dulu pernah saya tinggali, yakni Kota Tainan. Di kota Tainan inilah saya belajar selama kurang lebih dua tahun, dan tidak pernah pulang selama dua tahun sampai saya lulus, demi menghemat uang.
Tanggal 22 kira-kira pukul 3 sore, saya tiba di Taoyuan international Airport, dan langsung meluncur menuju hotel tempat saya menginap. Saya langsung memesan taxi airport dan langsung meluncur ke hotel. Rupanya jarak antara airport dengan hotel cukup jauh, perjalanan memakan waktu lebih dari setengah jam. Mata saya terus menatap argo taksi yang semakin lama semakin naik angkanya, saya mencoba bersikap tenang dengan menikmati panorama taipei yang kala itu diguyur hujan rintik rintik, tapi tetap saja gelisah melihat argo taxi yang terus dan terus naik. Beberapa kali saya bertanya kepada sang supir "hen yuan ma?" yang artinya jauh bangat ya ? dia menjawab "jiou daole? yang artinya bentar lagi nyampe cuy, santai aja lu...dalam hati saya menjawab "muka lu santai.., dari tadi gak nyampe-nyampe". Memang saya salah prediksi, karena saya hanya membawa uang sebesar 2,000 NTD, yang setara dengan 600,000 IDR. Akhirnya hotel yang ditunggu tunggu sampai juga, saya pun membayar taxi dengan harga 1,300 NTD, jantung semakin berdetak kencang, karena uang tinggal tersisa 700 NTD.
![]() |
| Pengamen di stasiun MRT, Taipei |
Setiba dihotel, saya langsung ke meja resepsionis, dan bertanya ruangan saya yang mana. Ternyata saya salah masuk hotel, nama nya memang sama yakni Ximen hotel, tapi karena saya di booking kan yang single bed, saya diarahkan oleh petugas hotel untuk berjalan kira kira lima menit dari hotel tersebut. Tiba dihotel tersebut saya langsung mandi, dan beristirahat sejenak.
![]() |
| Sun yat Sen Memorial Hall |
Tidak ada yang istimewa dengan training, biasa biasa saja seperti kuliah saja, mendengarkan orang presentasi menjelaskan tentang bisnis perusahaan lokal dan internasional. Beberapa pengajar terpaksa menjelaskan materi dengan bahasa Inggris, karena bahasa Mandarin saya pas pasan. Banyak juga yang gelagapan, karena bahasa Inggris mereka tidak cukup baik, beda-beda tipis dengan saya.
![]() |
| Di depan kantor pusat Chunghwa telecom, taipei |
Hari terakhir training pun, saya menyempatkan bertemu dengan sahabat lama saya yang dulu pernah kuliah di universitas yang sama, yakni Octa teman Indonesia, Fernando, teman dari Peru, dan Ken teman dari Taiwan serta pacarnya.
Keesokan harinya, saya berkeliling ke beberapa tempat wisata seperti Chiang kai sek memorial hall, dan Sun Yat Sen Memorial Hall. Kira-kira pukul 4 sore, saya pun meluncur dengan bus express menuju Tainan, perjalanan kurang lebih memakan waktu 5 jam.
![]() |
| Bertemu dengan sahabat lama di Taipei. |
![]() |
| Masyarakat menyaksikan pertunjukan tradisional |
Ya, itulah salah satu hadiah yang Tuhan berikan kepada saya. Tidak pernah saya membayangkan untuk bisa kembali ke tempat itu, namun saya diberikan kesempatan sekali lagi menikmati suasana Taiwan yang kedua kalinya. Tuhan memang baik, dan pemurah.
Itulah pengalaman singkat saya berada di kota Taipei, Tainan, serta Nantai. Walaupun cukup singkat, namun setiap detik begitu berarti, dan setiap langkah begitu berarti. Kota yang tidak begitu besar, namun tertib, tenang dan memiliki budaya yang unik, yang sedikit banyak perlu kita contoh, terutama disiplin dan keteraturan hidup dalam keseharian mereka.
Salam.
Sunday, March 9, 2014
12 Years a Slave dan Realitas Masa Kini
Film yang di sutradari Steve McQueen, dan dibintangi oleh aktor aktor ulung seperti Brad Pitt, Ciwetel Ejiofol, Michael Fassbender dll menceritakan kisah perbudakan pada jaman pra perang sipil di Amerika Serikat. Cerita dimulai ketika seorang saudagar kulit hitam kaya bernama Solomon Northup, yang memiliki keluarga bahagia di culik dan dijadikan budak. Kehidupannya berubah 180 derajat ketika dia dijadikan budak oleh para saudagar kulit putih di Amerika Serikat. Berbagai penyiksaan dan tekanan hidup dirasakannya bertahun tahun bersama para budak kulit hitam lainnya. Film yang ber genre drama ini benar-benar menguras emosi penonton, karena hampir seluruh alur ceritanya berisi penganiayaan dan penyiksaan terhadap budak kulit hitam. Mereka diperdagangkan seperi sebuah properti yang layak di perjual belikan kepada siapa saja yang sanggup membelinya. Bertahun tahun Solomon Northup menjadi budak, sampai pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang pengawas pekerja berkulit putih, dan juga pejuang kemanusiaan yang bernama Bass (Brad Pitt). Disinilah jalan kebebasannya terbuka, ketika ia menceritakan kepada Bass bahwa ia sebenarnya adalah manusia bebas. Singkat cerita, ia pun terbebas dari perbudakan, dan menemukan kembali istri dan anak-anaknya yang terpisah selama bertahun-tahun.
Cerita ini adalah kisah nyata yang disadur dari novel yang berjudul 12 years slave. Film 12 Years a Slave ini memiliki kemiripan dengan film Djanggo Unchained, dan The Butler, yang alur ceritanya mengenai perbudakan kulit hitam. Namun 12 Years a Slave dalam alur ceritanya benar-benar bertema satir dan penuh kesedihan, berbeda dengan Djanggo Unchained dan The Butler yang sedikit memiliki sentuhan humor. Film ini pun menyabet penghargaan piala oscar dari beberapa kategori seperti best Picture, best supporting actress, best adapted screen play.
Apakah cerita diatas hanya terjadi pada masa lalu, dimana perbudakan masih dilegalkan?, apakah penganiayaan fisik yang diterima kaum lemah hanya terjadi di masa lampau?, ternyata jawabannya tidak. Lihat saja beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, buruh-buruh disekap dan mengalami penyiksaan fiisk dan psikis. Peristiwa dari mulai kasus buruh panci di tangerang, buruh pabrik di Medan, dan pembantu rumah tangga yang disekap baru baru ini telah menyadarkan kita bahwa perbudakan masih terjadi saat ini. Diera modern, dan hukum serta aparatur telah berdiri kokoh, namun ada sisi kelam diera gemerlapnya kemewahan dunia dan perkembangan pengetahuan dan budaya.
Lihat saja, bagaimana orang miskin tidak memiliki akses mendapatkan pendidikan tinggi dan terbaik. Sekolah-sekolah internasional hanya milik orang-orang berduit, beasiswa-beasiswa diberikan hanya sekedar penutup betapa banyaknya kaum miskin yang tidak bisa bersekolah.
Ingat, pendidikan lah yang akan membawa setiap orang meningkatkan taraf hidupnya. Tanpa pendidikan anak tukang becak tetaplah anak tukang becak, anak sopir angkot tetaplah anak supir angkot.
Nothing is change without education!.
Twelve Years a Slave masih sangat relevan dengan potret kehidupan modern saat ini.
Salam Hangat,
| Sumber: jateng.tribunnews.com |
Apakah cerita diatas hanya terjadi pada masa lalu, dimana perbudakan masih dilegalkan?, apakah penganiayaan fisik yang diterima kaum lemah hanya terjadi di masa lampau?, ternyata jawabannya tidak. Lihat saja beberapa kasus yang terjadi belakangan ini, buruh-buruh disekap dan mengalami penyiksaan fiisk dan psikis. Peristiwa dari mulai kasus buruh panci di tangerang, buruh pabrik di Medan, dan pembantu rumah tangga yang disekap baru baru ini telah menyadarkan kita bahwa perbudakan masih terjadi saat ini. Diera modern, dan hukum serta aparatur telah berdiri kokoh, namun ada sisi kelam diera gemerlapnya kemewahan dunia dan perkembangan pengetahuan dan budaya.
Lihat saja, bagaimana orang miskin tidak memiliki akses mendapatkan pendidikan tinggi dan terbaik. Sekolah-sekolah internasional hanya milik orang-orang berduit, beasiswa-beasiswa diberikan hanya sekedar penutup betapa banyaknya kaum miskin yang tidak bisa bersekolah.
Ingat, pendidikan lah yang akan membawa setiap orang meningkatkan taraf hidupnya. Tanpa pendidikan anak tukang becak tetaplah anak tukang becak, anak sopir angkot tetaplah anak supir angkot.
Nothing is change without education!.
Twelve Years a Slave masih sangat relevan dengan potret kehidupan modern saat ini.
Salam Hangat,
Wednesday, December 18, 2013
Desember 18
Tuhan, setiap hari aku berdoa untuk patuh dan melakukan apa yang Kau kehendaki, setiap hari pula aku gagal melakukan perintah Mu.
Rasa takut, dan khawatir membuatku hidup dalam kebimbangan dan kegamangan.
aku berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendakmu, tetapi gagal. Aku berusaha menjadi jujur, namun pada akhirnya aku menjadi pendusta.
Ketika berdoa, malaikat Tuhan dan Iblis ikut mendengar doaku.
Ketika berdoa, Malaikat Tuhan memberikan kelegaan dan kekuatan.
Pun setelah berdoa, iblis bekerja untuk menghancurkan segala doa doa ku yang didengarkannya bersama para malaikat.
Benar Tuhan, benih yang baik harus di tabur di ladang yang baik.
Benih adalah Firman Mu, dan ladang ialah hati kami.
Hati yang bimbang, hati yang takut adalah musuh kebaikan.
Tuhan, seribu kali iblis melawan aku, maka seratus ribu kali aku akan datang kepada Mu meminta kekuatan.
Percayalah Tuhan, aku tidak akan pernah berhenti berjuang menjadi garam dan terang dunia.
Iblis datang untuk menghancurkan dan membinasakan...
Tetapi Tuhan datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang.
Sahabat datang dan pergi, sahabat seperti tiupan angin yang setiap saat kita rasakan hembusannya, dan lenyap seketika.
Tetapi Tuhan tetap disampingku.
Rasa takut, dan khawatir membuatku hidup dalam kebimbangan dan kegamangan.
aku berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendakmu, tetapi gagal. Aku berusaha menjadi jujur, namun pada akhirnya aku menjadi pendusta.
Ketika berdoa, malaikat Tuhan dan Iblis ikut mendengar doaku.
Ketika berdoa, Malaikat Tuhan memberikan kelegaan dan kekuatan.
Pun setelah berdoa, iblis bekerja untuk menghancurkan segala doa doa ku yang didengarkannya bersama para malaikat.
Benar Tuhan, benih yang baik harus di tabur di ladang yang baik.
Benih adalah Firman Mu, dan ladang ialah hati kami.
Hati yang bimbang, hati yang takut adalah musuh kebaikan.
Tuhan, seribu kali iblis melawan aku, maka seratus ribu kali aku akan datang kepada Mu meminta kekuatan.
Percayalah Tuhan, aku tidak akan pernah berhenti berjuang menjadi garam dan terang dunia.
Iblis datang untuk menghancurkan dan membinasakan...
Tetapi Tuhan datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang.
Sahabat datang dan pergi, sahabat seperti tiupan angin yang setiap saat kita rasakan hembusannya, dan lenyap seketika.
Tetapi Tuhan tetap disampingku.
Thursday, October 31, 2013
Don't Judge a Book From It's Cover
Jangan menilai sesuatu dari penampilannya saja, itulah kira-kira terjemahan dari judul tulisan ini. Pepatah tersebut benar-benar terbukti ketika saya sedang berada di sebuah toko sepatu di Pondok Labu. Seorang lelaki tua masuk ke toko dengan pakaian lusuh, berwarna hitam dan tanpa menggunakan alas kaki. Tanpa ada perasaan minder, dan penuh keyakinan lelaki tua itu memasuki toko bak seorang panglima perang. Lelaki tua itu sebenarnya ingin menukar sepatu yang telah di beli beberapa hari sebelumnya untuk anaknya yang duduk dikelas 2 SMK. Karena ukuran dan warna yang tidak sesuai dengan permintaan sang anak tersebut, maka sang kakek tua itu harus kembali ke toko untuk menukar sepatu itu. Namun sayang seribu sayang, karena jenis sepatu yang diinginkan sang anak harganya lebih mahal, sang pramuniaga mengatakan tidak bisa di ganti dengan speck dan harga yang berbeda. "Kalau mau bapak beli satu lagi" begitulah kalimat dari sang pramuniaga tersebut. Tanpa pikir panjang, pak tua tersebut langsung menuju lorong sepatu yang diinginkannya dan menunjuk dengan penuh keyakinan, "itu yang saya mau, sepatu warna hitam dengan tali!"begitulah kira-kira kalimatnya. Lalu ia membawa dua pasang sepatu yang ia beli dengan rasa bangga, sebelum pergi bapak tersebut menyalami semua pramuniaga yang ada disitu, termasuk menyalami saya juga. Kocak dan membuat kita tersenyum pada saat itu. Diam-diam saya mengabadikan moment langka tersebut dan memfoto pak tua itu.
![]() |
| Sang kakek yang sedang bingung memilih sepatu untuk anaknya. |
Saya terenyuh dan simpati dengan bapak tua itu, demi keinginan anaknya ia rela merogoh kocek yang tidak sedikit. Saya tidak iba dengan bapak tua tersebut, karena ia bukanlah orang miskin, ia orang yang "kaya" demi anaknya yang membutuhkan sepatu.
Wajah lusuh, pakaian lusuh, dan tanpa alas kaki memasuki toko, siapa sangka ia membeli dua pasang sepatu demi sang anak. Orang yang "kelihatannya miskin" tetapi berhati mulia dan "kaya".
Coba lihat di dalam gedung-gedung pencakar langit, orang-orang dengan pakaian berdasi, dan wangi parfum semerbak diseluruh tubuhnya. Orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki kedudukan tinggi tega mengambil hak orang lain, tega menindas orang kecil dengan melakukan korupsi dan dan tidak terpuji yang merugikan orang lain.
Saya belajar dari sang kakek tua tersebut beberapa hal:
1. Menilai orang bukanlah menilai dari luar nya saja, bahasa kerennya don't judge a book from it's cover.
2. Apapun yang kita miliki berbanggalah! pak tua tersebut berpakaian lusuh, tanpa alas kaki, tapi wajahnya tegak berdiri tanpa rasa minder sedikitpun.
3. Belajar bukan hanya dari buku-buku tebal di bangku kuliah, dan dari profesor -profesor saja, tetapi sering kali Tuhan memberikan kita ilmu dan pelajaran dari orang yang pendidikannya lebih rendah dari kita, dan orang kecil yang dikucilkan dunia ini, sebuah pelajaran dari Tuhan untuk kita yang merasa hebat.
4. Siapapun kita, belajarlah dari semua orang!
Sekian dan terima kasih.
Salam musim hujan!
Sunday, October 13, 2013
Malala Yousafzai, a little teacher
Friday, October 4, 2013
Plak....! Lalu Ku Tampar.
Itulah yang terjadi ketika seorang wartawan bertanya kepada Akil Mochtar, seorang tersangka kasus korupsi dan seorang Ketua Mahkama Konstitusi (MK). Pertanyaan wartawan yang membuat Pak Akil marah besar yakni "Apakah Bapak siap untuk potong jari jika bapak terbukti bersalah"? (kompas.com), alih-alih mendapatkan jawaban, wartawan tersebut justru mendapatkan cap lima jari alias tamparan dari Pak Akil, Plak....!begitu kira-kira bunyinya jika dibayangkan. Sebagai informasi, ketika menjadi juru bicara MK, Akil Mochtar pernah mengusulkan pemiskinan koruptor dan juga potong jari koruptor jika bersalah.
Sebagai orang Indonesia, saya sudah tidak kaget lagi dengan berita pejabat negara ditangkap KPK karena korupsi, basi cuy...! tiap hari kaleeee hehehe. Ya itulah cerminan negeri yang saat ini sedang berusaha menata kehidupannya dengan perbaikan di berbagai sektor. Disaat sebagian kecil pejabat yang masih jujur berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa ini, ada sebagian besar pejabat yang justru melakukan perusakan dari dalam, seperti korupsi yang sedang menjamur di negeri ini.
Disaat sebagian besar warga Miskin Indonesia berjuang untuk makan, minum, dan menyekolahkan anak-anaknya, malah ada pejabat yang tega melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri.
Ketika saya mendapat pelatihan sales staff di beberapa mall di Jakarta, saya sering melihat orang tua yang membeli sepatu anak-anaknya dengan biaya bantuan pemerintah atau KJP (kalau tidak salah kartu jaminan pendidikan). Miris juga y, melihat orang tua untuk membeli sepatu anaknya saja yang paling mahal harganya Rp.200.000, harus pakai KJP. Bagaimana dengan pejabat yang tidak pernah bersinggungan dengan KJP? yang bisa menyekolahkan anak-anaknya keluar negeri, yang tentu saja beli sepatu anaknya tidak pakai KJP.
Saya sangat yakin bahwa siapapun kita, sebagai manusia ciptaan Tuhan, tidak akan luput dari hukuman Tuhan, gak ada obatnya, jika hukuman Tuhan sudah murka. Ironis sekali melihat pejabat yang tadinya jadi penghukum orang bersalah, malah jadi orang yang dihukum.
Sebuah ironi, dan simbol dari sebuah jaman yang mengalami dekadensi moral ditengah peradaban manusia yang berkembang pesat.
Salam.
![]() |
| Akil Mochtar tampar wartawan (detik.com) |
Disaat sebagian besar warga Miskin Indonesia berjuang untuk makan, minum, dan menyekolahkan anak-anaknya, malah ada pejabat yang tega melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri.
Ketika saya mendapat pelatihan sales staff di beberapa mall di Jakarta, saya sering melihat orang tua yang membeli sepatu anak-anaknya dengan biaya bantuan pemerintah atau KJP (kalau tidak salah kartu jaminan pendidikan). Miris juga y, melihat orang tua untuk membeli sepatu anaknya saja yang paling mahal harganya Rp.200.000, harus pakai KJP. Bagaimana dengan pejabat yang tidak pernah bersinggungan dengan KJP? yang bisa menyekolahkan anak-anaknya keluar negeri, yang tentu saja beli sepatu anaknya tidak pakai KJP.
Saya sangat yakin bahwa siapapun kita, sebagai manusia ciptaan Tuhan, tidak akan luput dari hukuman Tuhan, gak ada obatnya, jika hukuman Tuhan sudah murka. Ironis sekali melihat pejabat yang tadinya jadi penghukum orang bersalah, malah jadi orang yang dihukum.
Sebuah ironi, dan simbol dari sebuah jaman yang mengalami dekadensi moral ditengah peradaban manusia yang berkembang pesat.
Salam.
Subscribe to:
Posts (Atom)











